The Nin King : Profil & Biodata

Loading...

Nama : The Nin King
Peringkat 45 orang terkaya di Indonesia
Usia : 83 Tahun
Sumber Kekayaan : real estate
Total Kekayaan : $650 M per November 2013
Residen : Indonesia

Ada beberapa nama baru yang berada di 50 orang terkaya di Indonesia, menurut majalah Forbes. Salah satunya adalah Nin King, pemilik Argo Manunggal grup dengan kekayaan sebesar $ 650 juta atau sekitar 7 miliar rupiah, menduduki nomor 45 pada daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Nin King hampir tidak pernah diliput oleh media. Beliau salah satu dari banyak pengusaha yang tidak banyak berbicara di depan umum, namun karyanya terus membaik.

The Nin King

Ayah The Nin King dari Fujian, Cina, bermigrasi ke bandung pada tahun 1910-an. The Nin King lahir di bandung pada tahun 1931, sampai akhirnya pindah bersama ayahnya dan membuka toko tekstil di Jakarta sekitar tahun 1938. The Nin King memulai bisnis pada usia yang sangat muda, 17 tahun. Dia belajar bisnis dari ayahnya, sampai akhirnya mencintai dan tertarik pada dunia bisnis. Pada tahun 1961, atau saat ia berusia 30 tahun, Nin King memberanikan diri untuk membangun pabrik tekstil pertamanya.

Usaha pabrik pertama ini berjalan sangat baik, hampir semua Pulau Jawa dalam kategori tekstil, benang, kain, sleeping bag, tenda. Karena sudah merajai pulau jawa, ia mendirikan PT Argo Pantes, pendahulu dari Argo Manunggal Group pada tahun 1977. Perusahaan ini membuat begitu Argo Pantes mampu menembus pasaran pada tahun 1999. Tidak hanya di industri tekstil, Nin King mengembangankan bisnisnya di bidang real estate, baja, asuransi, hingga konstruksi. Dia berhasil memberikan pekerjaan 25 ribu melalui bisnisnya.

Namun, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Tahun 1997 dan 1998, Indonesia dilanda krisis keuangan. Untuk perusahaan Indonesia yang memiliki utang dalam bentuk dolar, terkena imbasnya. The Nin King yang memiliki Bank Danahutama terkena dampaknya. Danahutama ditutup pada tahun 1994. The Nin King tidak putus asa, perlahan beliau membangun ulang bisnisnya, melakukan perombakan besar-besaran pada bisnis tekstil, serta akhirnya berhasil membayar lunas utangnya pada tahun 2004.

Ketika ditanya apa yang ia pelajari ketika dilanda krisis keuangan, Nin King mengatakan : “Di masa depan, kita harus hati-hati dan lebih berhati-hati.” Krisis moneter tidak membuatnya bangkrut, tapi bahkan berhasil mempengaruhi caranya menjalankan bisnis lebih perhitungan dan hati-hati. Menurut Bloomberg, The Nin King mendapatkan peningkatan yang signifikan dalam PT. Alam Sutera Realty membangun kota mandiri Jakarta Barat, dengan 30 kelompok dan 500 rumah tiap cluster. Belum lagi saham di PT Bekasi Fajar Industrial Estate, mengontrol kawasan industri terbesar di Indonesia dengan perusahaan Jepang. Peningkatan pangsa harga dua perusahaan yang sukses mengatarkan Nin King masuk 50 orang terkaya di Indonesia tahun ini.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 9 =