Trihatma Haliman : Profil & Biodata

Loading...

Ia disebut sebagai salah satu seorang tokoh bisnis paling berpengaruh 2005 versi Warta Ekonomi. Dia disebut Raja apartment yang melirik pusat perbelanjaan.

Trihatma Haliman profil

Warta Ekonomi 28 Desember 2005: Trihatma percaya orang Jakarta gemar belanja. Akibatnya, ia bermain dalam pembangunan pusat perbelanjaan.

Peringkat 48 orang terkaya di Indonesia
Usia : 62 Tahun
Sumber Kekayaan : real estate
Total Kekayaan : $450 M per November 2013
Residen : Indonesia

Ketika krisis keuangan di negara ini, jumlah kredit macet meningkat secara signifikan. Kontribusi terbesar berasal dari kredit macet datang dari bisnis properti. Pada saat itu, beberapa pengembang tidak dapat bertahan. Salah satunya adalah Grup Agung Podomoro (Podomoro).

Trihatma Kusuma Haliman adalah pemilik Podomoro yang sudah berbisnis perumahan dan konstruksi sejak tahun 1970, dengan tangan dingin justru membuat Podomoro lebih agresif di masa-masa sulit.

Banyak hal yang menarik ketika Anda menyimak kinerja Trihatma. Dia mengoperasikan 27 proyek properti berskala besar di Jakarta dan sekitarnya dengan total kapitalisasi sebesar Rp 15 triliun. Sebelumnya, ia sering disebut sebagai Raja apartemen, tapi Trihatma masuk pula ke bisnis pusat perbelanjaan. Sejauh ini, dia telah menyelesaikan proyek di Mangga Dua Square dan Plaza Semanggi.

Trihatma juga sedang menyelesaikan proyek di sekitar Plaza Senayan dan STC Senayan. Jika Forum selesai, proyek ini mendorong persaingan antara mal Jakarta. Kabarnya, akan menjadi salah satu ikon baru untuk pusat perbelanjaan di Indonesia. Desainnya, tampaknya, merupakan yang terdepan saat ini di Indonesia.

Juli 2005 Trihatma tampaknya bersinar ketika mengisi Senayan City. Proyek ini akan menjadi warna yang berbeda untuk pengembangan bisnis real estate di Indonesia, karena merupakan “buah perkawinan” dari pusat perbelanjaan modern berlantai delapan, pusat perkantoran, hotel, butik, dan apartemen mewah di kawasan Senayan.

Trihatma menyadari persaingan antar pusat perbelanjaan makin sengit. Namun, menurut dia, disitulah daya tariknya. Trihatma mengatakan, perusahaan akan lebih kreatif dalam menghasilkan kompetisi inovasi menjadi lebih ketat. Dia juga menyebutkan sejumlah penyewa utama, termasuk beberapa negara ASEAN, yang sudah mem-boking tempat. Penampilan mereka di Indonesia memberi warna sendiri pada lingkungan bisnis pusat perbelanjaan modern. Menurut Trihatma, kota Jakarta dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa masih membutuhkan banyak pusat perbelanjaan.

Keberhasilan Podomoro tidak dapat dipisahkan dari strategi pemasaran yang baik. Strategi pertama adalah dari segmentasi pasar yang membidik konsumen menengah ke atas. Strategi kedua adalah brand image. Di sini ada dua brand image. Pertama, sebagai umbrella image, adalah trademark Mediterania. Kemudian, yang kedua, sebagai value brand, adalah perusahaan Grup Agung Podomoro, yang track record-nya sangat baik. Strategi yang ketiga adalah penjualan. Podomoro menggunakan jasa agen-agen penjualan yang sangat profesional.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + fifteen =