Eddy Kusnadi Sariaatmadja : Profil & Biodata

Peringkat 36 orang terkaya di Indonesia
Usia : 60 Tahun
Sumber Kekayaan : media, teknologi
Total Kekayaan : $820 M per November 2013
Residen : Jakarta, Indonesia

profil Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Eddy Kusnadi Sariaatmadja atau yang biasa dikenal dengan Kusnadi. Dia adalah pemilik dari Emtek group yang berusia 59 tahun dengan total aset sebesar 730 juta dollar, atau sekitar 7,3 trilliun rupiah. Produk dari Emtek yang bermerk “SCTV” dan “Indosiar” Ya, Eddy Kusnadi Sariaatmadja adalah pemilik SCTV dan Indosiar termasuk saluran televisi terbesar di Indonesia.

Meski menang di dunia hiburan, Kusnadi memulai karir dari teknologi. Dia mengambil kursus di Teknik Sipil dari University of New South Wales di Australia pada tahun 1978, serta S2 di bidang teknik pada tahun 1980. Berdasarkan kemampuan teknis yang kuat, Kusnadi memulai karir menjadi distributor komputer Compaq di Indonesia dengan bendera PT. Elang Mahkota Teknologi merupakan cikal bakal Emtek Group. Seiiring perkembangan teknologi komputer di Indonesia, Emtek Group juga tumbuh semakin besar.

Tidak puas hanya dengan dunia komputer, Kusnadi memperluas bisnis di dunia hiburan. Dia mendirikan PT. Surya Citra Media Tbk dengan merek besar “SCTV” menjadi salah satu stasiun televisi swasta terbesar, SCTV menyumbangankan sampai 1,82 trilliun dalam pundi-pundi Emtek Group. Meskipun awalnya didirikan oleh Peter Gontha, Henry Pribadi, Sudwikatmono, Aziz Mokhtar, dan Halimah Bambang Trihadmodjo, saat ini 78.69 % dari modal SCTV yang dimiliki oleh Eddy Kusnadi Sariaatmadja.

Meskipun SCTV telah sukses besar di dunia pertelevisian tanah air, Kusnadi tidak berhenti disitu saja. Emtek Group memutuskan untuk mengakuisisi Indosiar Grup Salim. Keputusan akuisisi ini tidak mengherankan, mengingat Indosiar stasiun TV besar di negeri ini. Dengan akuisisi Indosiar, Emtek Grup hampir salah satu aktor utama dan saingan utama MNC Group dalam bidang pertelevisian tanah air.

Kusnadi juga memiliki perkebunan bernama PT. London Sumatera Plantation Tbk yang menghasilkan karet, kelapa sawit, kopi, kakao, dan lainnya. Meskipun pada awalnya dimiliki oleh Inggris, 64,4 % dari saham perusahaan ini dikuasai olehnya. Dengan aset sebesar 2,98 trilliun rupiah dan keuntungan lebih dari 2 miliar, PT. London Sumatera Plantation adalah salah satu elemen kunci Kusnadi. Kabarnya, Grup Salim ingin menghapus Indosiar dan dibonuskan beberapa persen PT. London Sumatera Plantation itu.

Pelajaran? Eddy Kusnadi Sariaatmadja menunjukkan bahwa pembangunan sebuah perusahaan besar membutuhkan kesabaran dan keterampilan teknis seimbang. Oleh karena itu, ia membangun perusahaan teknologi pertama sesuai dengan perguruan tinggi. Kemudian, ia juga terus-menerus belajar, berkembang ke daerah lain yang hampir tidak berhubungan dengan televisi dan perkebunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + eight =