Sudhamek : Profil & Biografi

Loading...

Peringkat 35 orang terkaya di Indonesia
Usia : 57 Tahun
Sumber Kekayaan : barang-barang konsumen
Total Kekayaan : $830 M per November 2013
Residen : Indonesia

profil Sudhamek

Sudhamek merupakan konglomerat yang lahir dari keluarga bangsawan, keluarganya telah mempunyai perusahaan pengolah kacang kulit yang sangat terkenal. Tidak heran jika ia hidup berkecukupan. Sudhamek adalah anak bungsu dari sebelas bersaudara, yang terdiri dari tujuh pria dan empat wanita. Dia lahir 20 Maret 1956, di Rembang, Jawa Tengah.

Yang mengejutkan, meskipun hidup dengan kekayaan berlimpah, namun sebenarnya ia lebih memilih untuk meninggalkan zona aman tersebut dan mencari tantangan baru untuk membangun bisnisnya sendiri. Oleh karena itu Sudhamek memberikan contoh untuk orang masih tergantung pada orang tua mereka dan masih membanggakan kekayaan mereka, meskipun itu bukan hasil dari usaha mereka sendiri.

profil Sudhamek 1

Berbicara tentang pendidikan, Sudhamek adalah sosok yang selalu memprioritaskan pendidikan. Ia menyelesaikan studinya hingga sarjana, tidak hanya untuk mendapatkan gelar di bidang ekonomi pada tahun 1981, tetapi juga untukmenyelesaikan sarjana dibidang hukum pada tahun 1982 di Universitas Satya Wacana, Salatiga. Oleh karena itu Sudhamek begitu tau banyak hal, karena, memang dari awal ia telah berpedoman, bahwa ia harus menjadi seorang yang professional dengan banyak menimba ilmu dan pengalaman sebelum masuk ke dunia bisnis.

profil Sudhamek 2

Ketika ia berasil menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah, Sudhamek tidak langsung masuk ke perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Darmo Putro, yaitu PT. Tudung Putra Jaya, yang didirikan pada tahun 1958. Dia mengejar karir pada perusahaan lain untuk mendapatkan pengalaman.

Perusahaan pertamanya adalah PT. Gudang Garam Tbk, Sudhamek mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama delapan tahun di pabrik rokok. pada akhirnya dia mencapai jabatan Presiden Direktur PT. Trias Santosa Tbk, yang tidak lain adalah anak perusahaan dari PT. Gudang Garam Tbk. Meski begitu, sayang sekali prestasi tersebut ternyata belum juga membuat Sudhamek puas. Dari sana, ia melanjutkan karirnya pada tahun 1991 hingga 1994 dengan Djuhar Group sebagai Direktur Eksekutif. Pada saat yang sama, Sudhamek juga mendirikan sebuah sekolah bernama Central Sevilla National Plus School dan berkiprah di PT. Posnesia Stainless Steel Industry dengan jabatan sebagai Wakil Presiden. Akhirnya pada tahun 1994, barulah ia bergabung dengan perusahaan keluarganya dan menjabat menjadi CEO Garuda Food di bulan Oktober.

Ketika Sudhamek menjalankan bisnis dan perusahaan keluarganya, usaha keluarganya menjadi berubah. Berbekal pengalamannya yang mampu mendistribusikan yang ia pelajari dari perusahaan rokok PT. Gudang Garam, dalam waktu singkat, ia mampu mendapatkan perusahaan bisnis dan pemasaran yang mendominasi. Hal ini disebabkan penjualan langsung melejit saat perusahaan dipimpinnya selama hampir 15 tahun.

Bahkan, kacang yang sebelumnya dianggap sepele seperti camilan, tapi dengan keuletan dan ketangguhan Sudhamek dalam mengelola bisnis, kacang sekarang mampu menyebar di pasar dalam berbagai pasar modern. Tidak hanya itu, ia mampu berinovasi dan memproduksi makanan ringan lainnya seperti cookies Gery pada tahun 1997, sementara Okky Jelly minuman pada tahun 1998, pada puncak makanan sehat lainnya dan minuman, baik dalam bentuk makanan ringan, makanan instan, minuman instan. Jadi tidak herankan bahwa dalam dekade terakhir, makanan Garuda terdaftar 80 jenis produk yang berbeda.

Tidak diragukan lagi karena manuver perusahaan besar miliknya kekayaan Sudhamek naik menjadi US$ 760 juta, sehingga berhasil menempati posisi ke-38 dalam daftar 40 orang terkaya di Forbes Indonesia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =