Biografi Ciputra : Peringkat 23 orang terkaya di Indonesia

Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, umur 82 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pengusaha paling sukses, antara lain, Jaya Grup, Metropolitan Group dan Ciputra Group. Ia juga dikenal sebagai seorang filantropis , dan bekerja di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.

biografi Ciputra

Pada tahun 2011, Forbes menerbitkan daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan kapasitas total kekayaan US$ 950 juta.

Ciputra, yang disebut Tjie Tjin Hoan, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Parigi, Sulawesi Tengah. Sejak kecil Ciputra sudah merasa semua kesulitan dan kepahitan hidup. Ayahnya Tjie Siem Poe ditangkap oleh pasukan tak dikenal, sebagai mata-mata Belanda/Jepang dan tidak pernah kembali pada tahun 1944.

biografi Ciputra 2

Peringkat 23 orang terkaya di Indonesia
Usia : 82 Tahun
Sumber Kekayaan : real estate, warisan
Total Kekayaan : $1.3 B per November 2013
Residen : Jakarta, Indonesia

Ia bersekolah di SMP dan SMA Frate Don Bosco di Manado. Setamatnya dari SMA, ia meninggalkan desanya menuju Jawa. Dia kemudian belajar di Institut Teknologi Bandung. Pada tingkat empat, ia dan dua temannya mendirikan sebuah konsultan bisnis kantor arsitektur disebuah garasi. Setelah Ciputra lulusan insinyur pada tahun 1960, ia pindah ke Jakarta.

biografi Ciputra 1

Setelah menyelesaikan studinya di ITB, Dia memulai karirnya di Jaya Group, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah daerah Jakarta. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai usia 65 tahun, setelah itu sebagai penasihat. Dalam perusahaan ini, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk dalam pembangunan proyek Ancol.

Kemudian dengan Sudono Salim ( Liem Soe Liong ) Sudwikatmono , Budi Brasali dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Grup Metropolita , yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada saat itu, Ciputra duduk sebagai CEO di Jaya Group dan Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra menciptakan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Pada tahun 1997 terjadi krisis ekonomi. Krisis telah menyebabkan tiga group Ciputra : Jaya Group, metropolitan group dan Ciputra Group. Dia juga mendirikan Ciputra Bank ditutup oleh pemerintah karena tidak memungkinkan, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate baru diluncurkan sebelum krisis, juga ditutup. Dengan kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon dari beberapa kepentingan bank, Dia mempunyai kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya, ketiga group mampu bangkit dan kini Ciputra Group mampu mengembangkan usaha di dalam dan di luar negeri.

Pada usia 75, ia memilih untuk mengembangkan bidang pendidikan. Kemudian mendirikan Sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini berfokus pada kewirausahaan. Di sekolah ini, Ciputra ingin mempersiapkan para lulusannya menjadi pengusaha.

Ciputra dikenal sebagai penyebar perusahaan / kewirausahaan di Indonesia. Setiap kali itu dia selalu menanamkan Pentingnya kewirausahaan bagi bangsa Indonesia ke depannya.

Kiprah Ciputra dihargai oleh Museum Rekor Indonesia ( MURI ) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =