Edwin Soeryadjaya : Profil & Biodata

Peringkat 24 orang terkaya di Indonesia
Usia : 64 Tahun
Sumber Kekayaan : batubara, warisan
Total Kekayaan : $1.2 B per November 2013
Residen : Jakarta, Indonesia

profil Edwin Soeryadjaya

Edwin Soeryadjaya lahir di Jakarta, 17 Juli 1949 dari pasangan pengusaha terkemuka. Seperti kebanyakan orang Cina sangat dikenal pandai berbisnis, Edwin diwariskan dari ayahnya bakat berdagang. Pria yang meninggal pada 2 April 2010, upaya merintis sebagai pedagang kertas dan berhasil mendirikan sebuah perusahaan besar PT. Astra International.

Dengan gelar di bidang Administrasi Bisnis dari University of Southern California yang telah disandangnya sejak tahun 1974, Edwin tekun mengikuti jejak orang tuanya. Karirnya dimulai pada tahun 1978 di perusahaan keluarga Soeryadjaya, Astra. Hampir sepuluh tahun setelah debutnya, Edwin mulai dipercaya untuk menangani restrukturisasi keuangan di tubuh PT Astra hingga tahun 1990 dan berhasil membawa PT Astra menjadi perusahaan publik di Februari 1990, bahkan termasuk IPO (Initial Public Offering) terbesar di Indonesia di masa itu.

Tetapi bukan pertempuran namanya jika tidak ditemani aral dan rintangan. Demikian pula yang sempat dialami dinasti bisnis Soeryadjaya saat Bank Summa yang dipimpin Edward, kakak kandung Edwin, tersandung masalah pelik yang menyebabkan lepasnya PT Astra. Saya telah mendapat kenyataan pahit, seketika hatinya hancur, kehilangan pegangan hidup dan saya pikir saya sudah mati. Tapi semangat dan optimisme dalam hidup yang selalu ayahnya ajarkan, memberi keberanian untuk terus mencoba untuk mendapatkan yang terbaik lagi.

Pada bulan Februari 1993, Edwin harus merelakan perannya sebagai Wakil Presiden Direktur Astra, yang dipegangnya selama bertahun-tahun. Setelah itu, anak kedua dari empat bersaudara ini mendirikan perusahaan investasi miliknya sendiri. Pada tahun 1995 ia terlibat dalam perjanjian dengan PT Aria West International USWest sekarang bernama AT & T, perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat dan IAF. Di tahun yang sama juga, seorang pria bernama Tjia Han Pun telah merambah bisnis makanan dengan membuka poin Jr Carlas. di Lantai dua Gedung Bursa Efek Jakarta. pada tahun 1997, Edwin mendirikan PT Advanced Interconnect Technologies di Batam bersama New Bridge Capital yang nilainya mencapai US$ 100 juta.

Setahun kemudian, ayah tiga anak ini menggandeng Pengusaha muda Sandiaga Uno mendirikan perusahaan investasi dengan nama Saratoga Capital. Perusahaan ini tidak kurang dari ratusan juta dolar sekarang. Dengan payung Saratoga, Edwin mengatur sejumlah perusahaan, mulai dari batubara, infrastruktur telekomunikasi, operator telekomunikasi, otomotif.

profil Edwin Soeryadjaya 1

PT Adaro Energy Tbk adalah salah satu dari Saratoga di tambang batu bara yang didirikan pada tahun 2004 dimana nilai saham masuk ke jajaran saham unggulan (blue chips). Dengan Saratoga Juga, Edwin Soeryadjaya mengendalikan perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT. Infrastructure Menara bersama.

Hasil perusahaan-perusahaan inilah, Edwin Soeryadjaya memperoleh kekayaannya. Berkat Adaro Energy, Edwin mengumpulkan kekayaan bersih sebesar $ 1,6 miliar atau 13,6 triliun dan tercatat sebagai orang terkaya ke-13 di dunia menurut majalah Forbes, yang diterbitkan pada Maret 2011.

Pada tahun 1999, Astra telah menandatangani program restrukturisasi utang. Akibatnya, konsorsium Jardine Cycle & Carriage mengakuisisi 40 persen saham di Astra pada tahun 2000. Pada tahun yang sama, tepatnya pada Mei 2000, Edwin kembali untuk berpartisipasi dalam Astra setelah ia terpilih sebagai salah satu komisaris. Sekarang ini, ia fokus pada Astra, di samping itu Edwin juga menjadi tokoh penting Surya raya, kelompok bisnis yang bekerja pada agribisnis, bahan kimia, hotel, perdagangan dan lain-lain. Sebagai seorang anak sering mendampingi almarhum william Soeryadjaya, Edwin tampaknya mewujudkan impian ayahnya, yang terobsesi di sektor pangan.

Menurut peraih penghargaan “Entrepreneur of the Year” versi Ernest&Young pada tahun 2010, keadaan ekonomi saat ini, membuka peluang bagi niatnya. Ia mengungkapkan bahwa kondisi saat ini politik Indonesia mungkin stabil dan memberikan kepercayaan kepada investor.

pada kesempatan ini, Edwin pun menambahkan Saratoga Capital yang baru-baru ini mengandeng Tiger Airways untuk memperoleh Mandala Airlines. Ia berharap bahwa perekonomian terus tumbuh, mobilitas orang terus tumbuh dan kebutuhan transportasi. Edwin mengatakan, baik Saratoga dan Tiger Airways juga melihat bahwa masih banyak ruang untuk pertumbuhan di sektor industri ini. Namun bagaimanapun, terlalu dini untuk membahas rencana IPO Mandala karena masih menunggu izin untuk terbang.

Pada tahun 2011, Edwin Soeryadjaya masuk dalam daftar Ernst & Young (E & Y) World Entrepreneur of the Year 2011 Hall of Fame dengan 50 pengusaha kelas dunia lainnya. Dia mengungguli beberapa finalis termasuk Antarina SF Amir (High Scope Indonesia Institute), Elang Gumilang (Elang Group), Erwin Aksa (Bosowa) dan Reggy Wijaya (PT Tetra Konstruksindo).

E & Y mencatat, perjalanan hidup PT Adaro Energy Komisaris Utama Tbk dari tahun 1993, ketika keluarga kehilangan kendali atas perusahaan mereka yang nilainya dolar milaran AS. “Dengan berbagai rintangan, Edwin berhasil membangun kembali kesuksesan yang dulu hilang. Delapan belas tahun setelah perusahaan ayahnya runtuh, Edwin berhasil datang sebagai orang yang dihormati dalam bisnis di Indonesia.

Saratoga telah menjadi kelompok usaha yang dihormati dan bisa dihubungkan dengan integritas, transparansi, dan keuntungan. “Melalui inovasi dan kepemimpinan dengan semangat kewirausahaan, Saratoga berhasil mengembangkan portofolio, termasuk pertambangan, transportasi, telekomunikasi, sumber energi dan pertanian,” kata E & Y.

Sebagai orang yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia bisnis, Edwin memiliki beberapa tips menjadi seseorang pengusaha sukses dalam mencapai tujuan dari perusahaan yang didirikannya. Edwin mengatakan, seorang pengusaha harus bersedia untuk bekerja dengan ketekunan dan tidak mudah menyerah. Seseorang yang ingin menjadi seorang pengusaha juga harus memiliki kemauan yang kuat dan mimpi untuk dicapai.

Dalam definisi pengusaha, Edwin mengatakan bahwa pengusaha adalah orang yang memiliki ide yang bisa dikembangkan sebagai bisnis yang dapat menguntungkan semua pihak. Beberapa pihak yang berkepentingan (stakeholders), pemerintah, konsumen, karyawan dan pemegang saham mendapatkan keuntungan. Dia juga melihat Indonesia sebagai negara dengan banyak keberuntungan, dia mengungkapkan harapannya bahwa harus lebih banyak lagi orang di Indonesia yang bertekad untuk menjadi pengusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − 1 =