Achmad Hamami : Profil & Biodata

Loading...

Peringkat 18 orang terkaya di Indonesia
Usia : 83 Tahun
Sumber Kekayaan : alat berat
Total Kekayaan : $1.5 B per November 2013
Residen : Jakarta, Indonesia

Nama Achmad Hamami adalah nama baru dalam daftar orang terkaya Indonesia yang diterbitkan oleh majalah Forbes. Pria yang memiliki empat orang anak ini mampu menduduki posisi nomor tujuh orang terkaya di Indonesia total harta mencapai US$ 2,2 Miliar. Pastinya, keluargalah di balik kesuksesan anak-anaknya: Mivida, Muki, Ana dan Bari, yang menjalankan bisnisnya. Menjadi seorang pengusaha awalnya bukanlah keinginan Achmad Hamami. Minatnya dalam militer membawa pria yang kini berusia 81 tahun menjadi anggota dari jajaran pilot Angkatan Laut.

Achmad Hamami profil

Ketika masih muda, Hamami dilatih di militer sebagai Angkatan Udara Belanda dan bahkan telah berhasil lulus menjadi kolonel termuda pada akhir tahun 1960. kondisi kerja yang penuh dengan korupsi yang telah memutuskannya untuk mundur sebagai anggota Angkatan Darat dan memulai usaha kecil-kecilan di rumah dengan membuka kursus matematika untuk anak-anak. Seperti pada profil Forbes.com Achmad Hamami, kesuksesan bisnis Hamami dimulai pada tahun 1970 ketika ia mendirikan PT Trakindo utama. Reputasi Hamami sendiri sebagai karir di militer membuat perusahaan alat berat Amerika, Caterpillar melihat perusahaan sebagai distributor resmi Caterpillar di Indonesia. Pada tanggal 13 April 1971, Trakindo Utama milik Achmad Hamami akhirnya resmi menjadi agen Caterpillar.

Untuk mendukung usahanya, Achmad Hamami yang berlatar belakang militer mulai belajar tentang dunia bisnis. Dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia pada 1970-an, PT Trakindo Utama sebagai salah satu pendukunya pun ikut meningkat. Bahkan Achmad Hamami mendirikan beberapa anak perusahaan yang dimaksudkan untuk mendukung bisnis Trakindo Utama nantinya seperti PT. Sanggar Sarana Baja di tahun 1977 dan PT Chandra Sakti Utama Leasing pada 1995.

Ketika krisis keuangan melanda Indonesia, PT. Trakindo Utama juga merasakan dampaknya. Ketika kebutuhan Achmad Hamami dalam keadaan sulit, karena perusahaan memiliki hutang besar mencapai US$ 118 juta terkait ditambah tidak adanya pinjaman dari bank yang membuat Achmad Hamami untuk menggerakkan bisnis Trakindo Utama. Ditambah lagi, kesehatan Achmad Hamami yang ikut menurun seiring dengan menurunnya bisnis Trakindo Utama. Achmad Hamami menderita glaukoma dan mengalami kebutaan. Kondisi ini menjadikannya memilih untuk menyerahkan perusahaan kepada Rachmat Mulyana atau Muki, putra ketiganya. Namun demikian, Hamami masih merupakan nahkoda di balik kebangkitan Trakindo Utama pasca krisis.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − four =