Biografi & Profil Hary Tanoesoedibjo

Peringkat 22 orang terkaya di Indonesia
Usia : 48 Tahun
Sumber Kekayaan : media, warisan
Total Kekayaan : $1.35 B per November 2013
Residen : Jakarta, Indonesia

Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo (lahir di Surabaya, 26 September 1965, usia 48 tahun), juga dikenal dengan panggilan Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe, adalah seorang pengusaha dan politikus di Indonesia. Hary yang saat ini memiliki sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia dan juga calon wakil presiden dari Partai Hanura.

Profil Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo lahir dan dibesarkan di Surabaya . Anak dari pengusaha Ahmad Tanoesoedibjo. Hary anak bungsu dari tiga bersaudara, kedua saudaranya bernama Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah di SMAK St. Louis Surabaya, Hary melanjutkan studi untuk mendapat gelar Bachelor of Commerce (Honours) di Universitas Carleton, Ottawa, Kanada ( 1988) dan Master of Business Administration dari University Ottawa, Kanada (1989).

Profil Hary Tanoesoedibjo 1Hary menikahi wanita bernama Liliana Tanaja, dan memiliki lima orang anak, yaitu Angela Herliani Tanoesoedibjo , Valencia Herliani Tanoesoedibjo , Jessica Herliani Tanoesoedibjo Clarissa Herliani Tanoesoedibjo dan Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Hary Tanoesoedibjo adalah pemegang saham dan pendiri dan CEO dari PT. Bhakti Investama Tbk sejak tahun 1989 . Bhakti Investama bergerak dalam bidang manajemen investasi, yang membeli kepemilikan berbagai perusahaan, memperbaiki, dan kemudian menjualnya kembali. Perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan publik, dan dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Saat masa krisis ekonomi Indonesia setelah jatuhnya Orde Baru, Hary melalui perusahaannya banyak melakukan berbagai merger dan akuisisi. Pada tahun 2000, Bhakti Investama mengambil alih sebagian saham PT Bimantara Citra Tbk, kemudian berubah nama menjadi PT . Global Mediacom Tbk sebagai mana mayoritas saham sudah dipegangnya.

Sejak pengambil-alihan tersebut, Hary terjun dalam pengoperasian media penyiaran dan telekomunikasi. Hary kemudian menjadi presiden Global Mediacom sejak tahun 2002, yang sebelumnya wakil presiden perusahaan tersebut. Selain itu, ia juga presiden direktur PT . Media Nusantara Citra Tbk. ( MNC ) dan PT . Rajawali Citra Televisi Indonesia ( RCTI ) sejak tahun 2003 , dan Komisaris PT . mobile-8 Telecom Tbk. , Indovision dan perusahaan lain dari kelompok perusahaan di bawah bendera Global Mediacom dan Bhakti. Selain tiga saluran televisi swasta , yaitu RCTI , Global TV dan MNCTV, kelompok medianya juga termasuk radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia, majalah ekonomi dan majalah bisnis Trust, tabloid remaja Genie.

Pada tahun 2011, majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Hary menduduki peringkat ke-22 dengan total kekayaan sebesar US$ 1,19 miliar.

Kabar dari Hary Tanoesoedibjo masuk ke politik mulai terdengar sejak awal Oktober 2011, yang kemudian dikonfirmasi ketika ia resmi bergabung dengan partai NasDem 9 Oktober 2011. Pada bulan November 2011, Hary muncul pada pertemuan Rapat Pimpinan Nasional Partai NasDem yang pertama. Di partai itu, Hary menjabat sebagai Ketua Dewan Ahli dan juga wakil ketua Majelis Nasional. Karena bersama NasDem, Hary memberi gebrakan slogan yaitu Geakan Perubahan, sebuah kelompok yang dipimpin oleh sekelompok gerakan pasukan muda Indonesia. Menurut dia, dalam frame NasDem 70% terdiri dari generasi muda.

Pada tanggal 21 Januari 2013, Hary Tanoesoedibjo resmi mengumumkan bahwa mereka telah mengundurkan diri dari partai NasDem karena perbedaan pendapat dan visi pada struktur mengelolah partai. Hary mengatakan, karena “idealisme politik” , dan dia merasa sedih dan sangat sulit untuk meninggalkan partai NasDem yang tiga bulan ini ia besarkan, apalagi Partai NasDem telah berhasil mengaudit Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) dan secara resmi menjadi partai politik peserta pemilu 2014 dengan urutan 1.

Setelah keluar dari partai Nasdem, Hary Tanoesoedibjo resmi bergabung bersama partai Hanura pada 17 Februari 2013. Hal ini terjadi di kantor DPP Hanura di Jl. Tanjung Karang, Jakarta, dan langsung menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi. Selanjutnya menjabat ketua Bapilu dan calon wakil presiden Hanura bersama Wiranto.

Hary Tanoesoedibjo pernah terjun dalam Komite Nasional Indonesia ( KONI ) Pusat peride 2003-2007, dengan jabatan bendahara. Selain itu, ia juga kerap diundang sebagai pembicara atau dosen tamu di beberapa universitas.

Pada bulan Juni 2012, Hary Tanoesoedibjo diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehubungan dengan kasus korupsi Tommy Hindratno, pejabat pajak di kantor Pajak Sidoarjo, dan James Gunarjo, yang dihubungkan oleh PT. Bhakti Tbk., Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo. Tommy berpikir untuk memediasi penggantian jaminan pengembalian pajak Rp 3,4 miliar. Komisi menyerbu kantor PT. Bhakti Investama di Menara MNC di Jakarta Pusat dan PT. Agis bertempat di gedung yang sama. Bhakti Investama pernah memiliki saham di PT. Agis sampai tahun 2006 tetapi Hary menyangkal keterlibatan dia dan Bhakti Investana dalam kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + fourteen =