Profil & Biografi Rachmat Gobel

Rachmat Gobel adalah mentri perdagangan RI Kabinet Kerja yang mendapat cukup banyak perhatian publik karena posisinya sebagai pengusaha yang tak pernah berhubungan dengan birokrasi pemerintahan. Rachmat Gobel yang lahir di Jakarta, 3 September 1962 ; usia 52 th. merupakan entrepreneur Indonesia. Ia adalah generasi ke-2 dari keluarga Gobel yang mengendalikan perusahaan National Gobel Group yang saat ini bernama Panasonic Gobel Group.

Profil & Biografi Rachmat Gobel

Rachmat Gobel merupakan anak kelima serta putra laki-laki pertama dari pasangan Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel serta Almh. Annie Nento Gobel. Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel disamping pendiri dari Group Usaha Gobel, adalah juga perintis industri elektronika di Indonesia. Rachmat Gobel menikah dengan Retno Damayanti dan telah dikaruniai dua orang anak, yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani serta Mohammad Arif Gobel.

Jiwa kepemimpinan serta kewibawaan yang dipunyai oleh Rachmat Gobel tak datang dengan cara mendadak. Sedari kecil ia sudah dididik untuk jadi pewaris serta pemimpin dari perusahaan Group Usaha Gobel, yang didirikan serta di pimpin oleh ayahandanya.

Masa Pendidikan
Sesudah tamat dari Sekolah Menengah Atas di Jakarta pada 1981, Rachmat Gobel – atas kemauannya sendiri – memilih untuk meneruskan kuliahnya di Jepang daripada di Amerika Serikat. Chuo University di Tokyo, Jepang, jadi tempat pilihan dirinya dalam menimba pengetahuan. Keputusan itu diambilnya dengan pertimbangan, bahwa dengan belajar di Jepang dirinya bukan sekedar bakal memperoleh pengetahuan, tetapi dapat juga pelajari bahasa serta budaya Jepang. Hal semacam ini tentu akan membuat lancar komunikasi serta jalinan dengan rekanan paling utama usaha Group Usaha Gobel, yakni Matsushita Group (saat ini Panasonic Group), yang berasal dari negeri matahari terbit itu.

Satu setengah th. pertama di Jepang, Rachmat Gobel mendalami bahasa negara itu. Empat tahun selanjutnya ia sukses merampungkan kuliahnya pada jurusan Perdagangan Internasional. Kemudian ia mengambil keputusan untuk melakukan praktik kerja di kantor pusat Matsushita Group, yang terdapat di kota Osaka. Sepanjang dua tahun ia melakukan praktik kerja itu serta diletakkan di beragam divisi dalam grup tersebut .

Pada saat melakukan praktik kerja inilah, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel menghadap sang Khalik tepatnya pada tanggal 21 Juli 1984, dan Rachmat Gobel dipanggil kembali ke tanah air untuk melepas kepergian ayahnya. Musibah itu datang beberapa hari sesudah peresmian berdirinya Yayasan Pendidikan Matsushita Gobel (saat ini Yayasan Matsushita Gobel), yang merupakan impian almarhum yang baru terwujud.

Pada th. 1989, Rachmat Gobel secara konsisten kembali ke Indonesia serta segera menempati posisi Asisten Presiden Direktur di PT. National Gobel (saat ini PT. Panasonic Manafacturing Indonesia). Perusahaan ini adalah perusahaan joint venture pertama pada pihak Jepang dengan Indonesia di bagian industri manufaktur elektronika, yang berdiri pada th. 1970. Pada th. 1991 Rachmat secara resmi diangkat jadi anggota Dewan Direksi yang mempunyai kewenangan penuh atas rencana manajemen perusahaan. Ia selalu berusaha ‘mempertahankan’ perusahaan warisan ayahnya ini. Ia bukan hanya saja mengelola bisnisnya supaya terus bertahan di dalam saat krisis, tetapi juga berupaya membangun perusahaan sekaligus membangun tempat kerja untuk beberapa orang. Berbekal filosofi pohon pisang dari ayahnya serta filosofi air mengalir dari keran dari Konosuke Matsushita, rekanan kerja ayahnya serta pendiri Panasonic Corporation – Jepang. Rachmat dapat mejalankan usaha warisan itu dengan baik. Hingga, perusahaannya dapat berkembang serta membuat beragam produk yang berkwalitas sesuai dengan keperluan pasar.

Pendidikan
Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)
Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)
On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989).
Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987).

Penghargaan
“Anugerah Dharma Cipta Karsa”, sebagai tokoh promosi warisan budaya dan ekonomi kreatif, atas karsa atau tindakannya yang telah mendorong terbentuknya ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (2014),
“ANTARA Achievement Award”, sebagai tokoh penting atas terbinanya hubungan baik Republik Indonesia-Jepang. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2013),
“Tokoh Standardisasi Indonesia”, atas prestasi dan kontribusi dalam pengembangan standar nasional di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional (BSN) (2013).
“Special Achievement Award for Extraordinary Leadership and Personal Commitment to Energy Saving and Industry”, atas prestasi dan kontribusi positif dalam memasyaratkan kegiatan hemat energi, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Majalah bisnis dan ekonomi WARTA EKONOMI, Jakarta (2012}.
“The Jewel of Muslim World Award”, atas kerja keras dan kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam. Majalah bisnis dan investasi OIC Today Magazine, Organisasi Kerjasama Islam/Organization of Islamic Cooperation, Kuala Lumpur 2012.
“Anugerah Olah-raga Indonesia”, atas kepedulian terhadap pengembangan olah-raga nasional. Tabloid olah-raga BOLA, Kompas-Gramedia Group, Jakarta (2012).
“Man of the Year- Seputar Indonesia Award”, atas prestasi dan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam menyukseskan pelaksanaan 26th SEA Games/2011- Jakarta & Palembang. RCTI – Rajawali Citra Televisi Indonesia, Jakarta (2012).
“Asian Productivity Organization Regional Award”, atas kontribusi dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor industri di Indonesia, serta peranan yang signifikan sebagai pemimpin sektor swasta dalam memperkenalkan pembangunan berkelanjutan melalui produktivitas hijau dan mendorong terjalinnya kemitraan strategis di Asia – Pasific. Asian Productivity Organization (APO), Tokyo, Japan (2011).
“ANTARA Award” , atas kontribusinya sebagai nara sumber yang mudah diakses untuk pemberitaan yang seimbang tentang kegiatan perekonomian nasional. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2010).
“Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur”, atas konsistensi dalam mendarmabaktikan pikiran dan tenaga pada bidang teknologi manufaktur, yang berimplikasi pada peningkatan perekonomian, kesehjateraan, martabat dan kemandirian bangsa. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) (2009).
“BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) – Competency Award”, atas peran yang signifikan sebagai tokoh masyarakat dalam menggerakkan, membangun dan meningkatkan kompetensi bangsa. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (2009).
“Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, atas peran aktif, kesungguhan sikap dan upaya menyukseskan pembinaan serta pengembangan Koperasi dan UKM. Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI (1997).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =