Suryo Wonowijoyo : Profil & Biodata

Loading...

Gudang Garam merupakan salah satu produsen rokok paling sukses di Indonesia. Bersama kompetitornya, PT. HM. Sampoerna, dari waktu ke waktu mereka berkompetisi dengan pemain asing, namun selalu tetap eksis. Surya Wonowijoyo, pendiri sekaligus pemilik awal Gudang Garam, merupakan salah satu peletak dasar modernisasi industri rokok, sebuah industri yang berperan besar bagi perekonomian makro. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, produsen rokok merupakan penyumbang pendapatan negara dari pita cukai. Kini saham PT. Gudang Garam (Tbk) menjadi salah satu saham blue chip yang diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Tjoa Jien Hwie alias Surya Wonowijoyo lahir di Fukkien, Cina pada tahun 1923. Pada usia tiga tahun ia sudah bermigrasi ke Indonesia bersama keluarganya. Di Indonesia, mereka menuju kota Sampang di pulau Madura.

Suryo Wonowijoyo profil

Sejak kecil, ia memang sudah bergelut di bidang industri rokok. Ia sempat bekerja di pabrik rokok 1/93″ milik pamannya. Karena tidak puas, Surya memutuskan keluar. Ternyata pengunduran dirinya diikuti oleh 50 buruh lainnya. Ini membuktikan bahwa ia memiliki pengaruh dan kharisma kepemimpinan. Pada usia 35 tahun, ia mendirikan perusahaannya sendiri, pabrik rokok Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur. Konon, ilham pemberian nama Gudang Garam diperolehnya dari mimpi. Berdiri pada tahun 1958, perusahaan ini kemudian berkembang pesat dengan 500 ribu karyawan yang menghasilkan 50 juta batang kretek setiap bulan. Pada tahun 1966, Gudang Garam sudah tercatat sebagai pabrik kretek terbesar di Indonesia.

Jatuh bangun Surya terus merintis bisnisnya. Ia bekerja tanpa modal yang cukup, kecuali kerja keras. Seringkali ia baru meninggalkan pabrik pada dinihari. Jiwa kewirausahaannya benar-benar tampak, dan layak menjadi contoh bagi enterpreneur lainnya. Ia adalah satu dari segelintir pengusaha keturunan Cina yang sukses di Indonesia, tanpa bekal fasilitas dan konsesi dari pemerintah. Justru ia merupakan penyumbang pendapatan cukai terbesar bagi negara. Surya meninggal pada tahun 1985, tetapi hasil karyanya tetap segar-bugar. Keuletan Surya tidak sia-sia. Pada tahun 2001, Gudang Garam sudah memiliki enam unit pabrik di atas lahan sekitar 100 hektar, 40 ribu buruh, dan sekitar 3000 karyawan tetap. Cukai rokok yang ia bayarkan mencapai lebih dari Rp 100 miliar per tahun.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − five =