Profil & Biografi Susi Susanti

Loading...

Siapa yang tak kenal dengan atlit bulu tangkis wanita yang satu ini? Ya, pemilik nama lengkap Lucia Francisca Susi Susanti ini merupakan salah satu atlit bulu tangkis wanita yang sering mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat kemenangan yang diraihnya di beberapa pertandingan. Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada hari Kamis tanggal 11 Februari 45 tahun yang lalu.

Biografi Susi Susanti 1

Ibu dari 3 orang anak ini memang telah menyukai olahraga bulu tangkis sejak ia duduk di bangku SD. Ia memulai karir bulu tangkisnya di klub milik pamannya yaitu PB Tunas Tasikmalaya. Berlatih selama tujuh tahun disana ternyata memberikan hasil yang cukup memuaskan untuknya. Susi memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat junior. Setelah memenangkan kejuaraan tersebut ia memilih untuk pindah ke Jakarta pada tahun 1985 dan menetap di asrama sekolah khusus untuk atlet. Aktivitas ini dijalaninya selama enam hari dalam seminggu mulai dari hari Senin hingga Sabtu dan dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00, kemudian dilanjutkan dari pukul 15.00 sampai pukul 19.00.

Kemudian pada tahun 1989, istri dari Alan Budikusuma ini menjadi juara di Indonesia Open. Ini merupakan awal karirnya di kancah nasional. Ia juga telah ikut berpartisipasi dalam memberikan kontribusi untuk gelaran Piala Sudirman di tim Indonesia. Lalu karirnya pun mulai meningkat dengan kemenangannya sebanyak empat kali di kejuaraan bulu tangkis All England perempuan.

Biografi Susi Susanti 2

Tak hanya sebatas itu saja, ‘Pengantin Olimpiade’ ini (begitu julukan yang dimilikinya) juga meraih emas dalam kejuaraan tunggal putri di Olimpiade Barcelona. Olimpiade inilah yang membuat namanya semakin mengudara dikenal oleh banyak orang. Kemudian disusul dengan perolehan medali perunggu di Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat pada tahun 1996.

Debut perjalanan yang berprestasi dari atlit wanita ini ternyata sedikit terhambat karena statusnya yang sudah menjadi istri dari seorang mantan atlit bulu tangkis juga. Di usianya yang ke 26 tahun ia memutuskan untuk berhenti dan pensiun sebagai atlit bulu tangkis. Namun, kontribusinya dalam olahraga ini tidak ikut berhenti.

Bersama suaminya, Susi mendirikan Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading sebagai gedung pusat pelatihan bulu tangkis. Pasangan suami istri ini juga membuat raket dengan merek Astec (Alan-Susi Technology) pada pertengahan tahun 2002.

Biografi Susi Susanti

Super Susi (begitu julukan lain yang dimilikinya) juga mendirikan sebuah sebuah toko yang menjual berbagai macam pakaian asal Cina, Hongkong dan Korea, serta sebagian produk lokal di ITC Mega Grosir Cempaka Mas.

Meskipun tidak lagi menjadi seorang atlit bulu tangkis, ibu dari Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick ternyata tetap meraih penghargaan. Pada bulan Mei 2004, ia mendapatkan penghargaan Hall Of Frame dari Badminton World Federation serta mendapatkan penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari Pemerintah Republik Indonesia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =