Profil & Biografi Aburizal Bakrie

Loading...

Ical merupakan nama panggilan dari Aburizal Bakrie yang merupakan seorang politikus dan seorang pengusaha terkenal, ia juga merupakan ketua umum dari Partai Golkar dan juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Selain sukses di dunia politik, Aburizal Bakrie juga merupakan pengusaha yang sangat hebat, ia bisa mengeluarkan krisis ekonomi yang waktu itu pernah dialami oleh perusahaan keluarganya yaitu Bakrie Grup.

Biografi Aburizal Bakrie 1

Aburizal Bakrie lahir pada tanggal 15 November 1946 di Jakarta, ia merupakan orang yang sangat beruntung karena terlahir dari keluarga pengusaha sukses yang sangat terkenal. Ayahnya bernama Achmad Bakrie dan ibunya bernama Roosniah Nasution. Bisnis yang saat ini ia dapatkan itu merupakan perusahaan turun temurun keluarganya, Bisnis yang awalnya hanya menjual karet, lada, dan juga kopi ini sudah didirikan sejak tahun 1942.

Setelah ia menyelesaikan pendidikan sekolahnya, Aburizal Bakrie memilih untuk melanjutakan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung jurusan Elektro dan menyelesaikan pendidikannya itu pada tahun 1973, Selama berkuliah disana ia merupakan mahasiswa yang sangat aktif dalam organisasi-organisasi yang ada dikampusnya itu. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Elektro ITB dan juga pernah menjadi anggota dari Dewan Mahasiswa, dan merupakan salah satu pendiri dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang disingkat dengan HIPMI. Setelah lulus kuliah, Aburizal Bakrie lebih memfokuskan untuk mengembangkan perusahaan turun temurun itu.

Biografi Aburizal Bakrie 2

Awal bergabung dengan PT. Bakrie dan Brothers Tbk ia menjabat sebagai wakil direktur utama PT. Bakrie dan Brothers dari tahun 1982 sampai tahun 1988. Setelah itu ia menjabat sebagai direktur utama di perusahaan itu dari tahun 1988 sampai tahun 1992, selain itu ia juga pernah menjabat sebagai direktur utama di PT. Bakrie Nusantara Corporation dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1992, dan juga menjabat sebagai Komisaris Utama Kelompok Usaha Bakrie dari tahun 1992 sampai tahun 2004.

Selama jabatannya, Bisnis Bakrie Group menjadi lebih berkembang pesat dan juga banyak menambah berbagai macam usaha dibidang kontraktor, industri baja, pertambangan, media massa, informasi dan telekomunikasi. Selain itu, keberhasilan yang ia peroleh adalah dengan menjadikan perusahaannya itu menjadi perusahaan yang sangat sukses dan maju, sehingga dapat membuatnya seseorang yang kaya raya. Pada tahun 2006, Aburizal Bakrie masuk dalam daftar orang paling terkaya di Indonesia. Tidak hanya itu saja, ia juga menjadi orang terkaya di Asia Tenggara dengan total kekayaan sebesar $9,2 miliar atau Rp 84,6 triliun mengalahkan sederetan orang-orang terkaya di beberapa negara, seperti Robert Kuok yang merupakan orang terkaya di Malaysia dengan kekayaan $7,6 miliar pada tahun 2008. Namun, pedringkat sebagai orang terkaya pun turun menjadi nomor 9 karena pada saat itu sedang terjadinya krisis perbankan global.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie pada acara 'Obrolan Langsat' di Wetiga, Jakarta, Selasa (1/6). Foto: VIVAnews/Adri Irianto

Aburizal Bakrie pernah dua kali menjabat sebagai Presiden Forum Bisnis ASEAN pada tahun 1991 sampai tahun 1995 dan menjabat sebagai Presiden Asean Chamber of Commerce & Industry pada tahun 1996 hingga 1998, Bahkan ia juga pernah dua kali berturut-turut menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk periode 1988-1993 dan periode 1993–1998. Tidak hanya itu saja, dia juga pernah mencoba untuk menjadi calon presiden partai Golkar pada tahun 2004 namun tidak terpilih karena kalah suara dengan saingannya wiranto yang saat itu memperoleh suara terbanyak. Walaupun gagal, ia terpilih sebagai anggota Dewan Penasehat DPP Partai Golkar untuk periode 2004-2009.

Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali mengikuti untuk menjadi calon presiden partai Golkar pada tahun 2009 yang berhasil membuatnya memperoleh kemenangan. Pada tanggal 8 Oktober 2009 ia terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar, ia menjabat dari tahun 2009 sampai dengan sekarang. Dalam jabatannya, ia berhasil membuat Partai Golkar meraih suara sebesar 18.432.312 atau sebesar 14,75 persen dalam pemilihan umum legislatif Indonesia 2014. Ia juga menciptakan Visi Indonesia 2045 Negara Kesejahteraan yang berarti didalam Visi ini memprioritaskan reformasi pendidikan, infrastruktur, kesehatan, birokrasi, kelautan, industri, koperasi, pertanian, dan usaha mikro kecil menengah yang dilaksanakan melalui Catur Sukses Pembangunan Nasional. Dalam pemilihan presiden tahun 2014, ia sempat berkeinginan untuk menjadi presiden. Keinginannya itu tidak terpenuhi karena pada saat itu partai Golkar memperoleh suara yang sedikit.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =