Profil & Biografi Yusril Ihza Mahendra

Loading...

Yusril Ihza Mahendra merupakan putra dari Idris Haji Zainal Abidin dan Nursiha Sandon. Keluarga ayahnya berasal dari Johor, Malaysia. Kakeknya merupakan bangsawan Kesultanan Johor yang bernama Haji Thaib. Sedangkan keluarga Ibunya berasal dari daerah Aie Tabik, Payakumbuh, Sumatera Barat. Kakek dari ibunya merupakan seorang sutradara teater tradisional dan ayahnya merupakan seorang penulis naskah dan novel. Ia menikah dua kali, istrinya pertama bernama Kessy Sukaesih dan memperoleh empat orang anak dan kemudian bercerah pada tahun 2005, istri keduanya bernama Rika Tolentino Kato dan memperoleh 2 orang anak.

Biografi Yusril Ihza Mahendra

Sejak bersekolah, Yusril Ihza Mahendra sudah aktif dibidang politik dalam organisasi-organisasi sekolah. Setelah lulus sekolah, ia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Ilmu Filsafat Fakultas Sastra dan Hukum Tata Negara. Setelah selesai, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke University of the Punjab dan kemudian melanjutkan pendidikannya lagi ke University Sains Malaysia dengan mengambil jurusan Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim, setelah selesai pendidikannya, ia kemudian mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Biografi Yusril Ihza Mahendra 2

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia kemudian menjadi seorang pengajar di berbagai universitas salah satunya adalah sebagai Staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Selain itu, ia juga diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Sejak SMP ia sudah ikut dalam berbagai macam organisasi, dan berujung pada saat kuliah di UI Yusril terpilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan juga bergabung kedalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) pada saat ia kuliah. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota dari organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), organisasi tersebut bernama Pemuda Muslimin. Tidak hanya di dalam negeri, ia bahkan mengikuti organisasi yang ada di luar negeri dan pernah menjabat sebagai Vice President dan President Asian-African Legal Consultative Organization yang bermarkas di New Delhi. Ia juga bergabung dalam organisasi yang sangat terkenal di Indonesia yaitu PBB dan juga ASEAN.

Kuasa hukum Pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan terkait kisruh dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Jakarta, Selasa (3/11). PT Godang Tua Jaya dan PT. Navigat Organic Energy Indonesia yang mengelola sampah DKI Jakarta di Bantar Gebang berharap dapat segera berdialog dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan TPSP Bantar Gebang tanpa harus melalui proses hukum di pengadilan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/15.

Ia merupakan Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang sejak tahun 1998 hingga 2005. Saat pemilihan presiden pada sidang Umum MPR RI Oktober 1999 Yusril yang pada saat itu merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) berhasil mendapatkan 232 suara. Ketua dari PBB ini sudah menjabat sebagai mentri di 3 kabinet dalam kabinet pemerintahan tanggal 21 Oktober 2004–9 Mei 2007 dalam menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan pada tanggal 23 Oktober 1999 – 7 Februari 2001 menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong serta pada tanggal 9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004 menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara. Saat pemilihan presiden RI 2014, Partai Bulan Bintang mencalonkan Yusril Ihza Mahendra sebagai kandidat calon presiden.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − three =