Profil & Biografi Liem Swie King

Loading...

Liem Swie King lahir pada tanggal 28 Februari 1956 di Kudus, Jawa Tengah. Marga Liem sebenarnya adalah Oei, akan tetapi saat kecil Liem dititipkan oleh orang tuanya dan marganya diganti menjadi Liem. Ia adalah seorang pemain bulu tangkis yang sangat handal dan terkenal akan pukulan jumping smash sejak dulu. Liem pernah menjadi buah bibir banyak orang saat dia mampu menantang pemain bulu tangkis bernama Rudy Hartono yang merupakan pemenang dari turnamen bergengsi dalam final All England.

Biografi Liem Swie King

Liem mengawali pendidikannya SD Kudus pada tahun 1968, melanjutkan pendidikannya di SMP Kudus tahun 1971, dan menyelesaikan pendidikan terakhirnya di SMA Kudus pada tahun 1974. Sejak kecil, ia sudah sangat menyukai dan sering bermain bulu tangkis atas dorongan orang tuanya yang ada di Kudus yang meupakan kota kelahirannya. Semakin hari bakatnya semakin terasah dengan sangat baik, apalagi saat ia bergabung ke dalam klub PB Djarum, klub yang sudah banyak melahirkan para pemain bulu tangkis nasional.

Biografi Liem Swie King 2

Pemain bulu tangkis ganteng ini juga pernah meraih berbagai macam prestasi selama bergabung di bulu tangkis. Ia meraih kejuaraan pertama kali dalam pertandingan Yunior se-Jawa Tengah pada tahun 1972 dengan meraih juara pertama. Kemudian pada usianya yang ke-17 tahun, Liem berhasil meraih juara kedua dalam Pekan Olahraga Nasional. Setelah berhasil merebut berbagai macam juara pada usia yang tergolong masih muda, Liem akhirnya direkrut oleh pelatnas. Ia diminta bergabung bersama pelatnas yang bermakas di Hall C Senayan. Pada awal bergabung di pelatnas, ia pun membuktikan kecemerlangan bakat yang dimilikinya dengan memenangkan berbagai macam Kejurnas atau Kejuaraan Nasional pada tahun 1974 dan 1975.

Biografi Liem Swie King 1

Pada tahun 1976 dan 1977, ia mengembangkan bakatnya ke dunia Internasional dengan meraih kejuaraan dalam pertandingan All England dengan meraih juara 2. Setelah itu, ia melanjutkan karirnya dalam dunia bulu tangkis dengan meraih tiga kali kejuaraan dalam pertandingan yang sama yaitu All England tahun 1978, 1979, 1981. Selain itu, masih banyak lagi kejuaraan lain yang ia berhasil peroleh. Demi masa depan yang cerah, Liem pun kemudian mengundurkan diri sebagai pemain bulu tangkis pada tahun 1988. Satu tahun setelah mengundurkan diri, ia tidak mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan dirinya karena keterbatasan pengetahuan dan bakat.

Liem kemudian memutuskan untuk ikut mengelola hotel milik mertuanya di Jalan Melawai Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama kemudian, ia mendirikan usaha griya pijat kesehatan yang berada di Kompleks Perkantoran Grand Wijaya Centre Jakarta Selatan. Ia mengatakan bahwa setiap atlit atau pengusaha yang gila akan pekerjaannya pastinya membutuhkan kesegaran fisik dan relaksasi, oleh karena itulah ia sangat yakin kalau usahanya itu akan berkembang dengan sangat pesat. Dalam mengelola usaha yang didirikannya itu, Liem tidak segan ataupun sungkan untuk menyambut sendiri tamu yang datang ke griya pijat miliknya.

Selain menjadi seorang atlit bulu tangkis yang sangat handal, Liem adalah seorang bintang film. Ia pernah terjun ke dalam dunia perfilman. Berkat kehebatan bakat yang dimiliki oleh Liem, Nia Zulkarnaen bersama dengan Ari Sihasale yang merupakan pemilik dari rumah produksi Alenia terinspirasi untuk membuat film bulu tangkis yang menceritakan tentang kehidupan Liem. Walaupun Liem mempunyai banyak prestasi dalam bidang bulu tangkis, anak-anak Liem tidak mengetahui keahlian dari ayahnya itu.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =