Profil & Biografi Gito Rollies

Loading...

Pria kelahiran Biak, Papua ini bernama Gito Rollies yang lahir pada tanggal 1 November 1947. Bernama Gito yang awalnya dikenal sebagai rocker, namun memudar seiring dengan perkembangan zaman. Gito kemudian muncul menjadi pengkhotbah, yang sering muncul dalam balutan jubah putih dan tampak lebih bijaksana.

gito-rollies-2

Setelah SMA, di kota yang sama, Bangun Sugito Tukiman (vokal) dan rekan, Teuku Zulian Iskandar Madian (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone, flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmie Manoppo (drum), dan Oetje F. Tekol (bass) mendirikan band yang bernama Rollies. Pada 1970-an, The Rollies semakin eksis dan menunjukkan taringya diandalkan sebagai band rock di negeri ini. Kemudian, setelah sukses dengan beberapa hits yang telah bertengger di kancah musik Indonesia, namanya diubah menjadi Gito Rollies.

Waktu berlalu, tangga karir perlahan di naikinya satu per satu. Sanjungan dan pujian, memembuat ia merasa menjadi Mick Jagger Indonesia, sosok dikagumi dan banyak yang mengidolakan.

gito-rollies-3

Pria yang sempat mengenyam kuliah dua tahun di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), terus larut bersama kebesaran The Rollies. Aksi panggungnya mirip dengan sang idola, suara serak ala James Brown, bapak moyang soul dan funk, menjadikannya pusat perhatian. Kesuksesan di panggung telah mengantarkan diri dan kelompoknya di industri rekaman, yang mengantarkannya menjadi hedonis sejati.

Gito sendiri juga pernah berkiprah dalam dunia film, termasuk dalam film KERETA API TERAKHIR dan JANJI JONI, yang kemudian mengantarkannya meraih piala Citra aktor pembatu pria terbaik. Gitto Rollies juga pernah menikah dengn Uci Bing Slamet namun tidak bertahan lama.

gito-rollies-1

Salah satu anaknya ialah Galih Satria Permadi, Gito Rollies di matanya merupakan sosok ayah yang membanggakan serta teladan. Sangat jelas terkenangnya pada saat beritikaf bersama sang ayah. Anak Gito dari pernikahannya pertamanya dengan Uci Bing Slamet itu sangat dekat dengan almarhum. Berbagai kenangan indah semasa hidup sang mantan rocker yang kemudian pada saat wafat menjadi dai itu pun melekat di ingatan Galih dan menjadi contoh teladannya.

Sejak 2005, penyanyi berdarah Jawa yang memiliki bersuara serak dengan gaya panggung yang atraktif ini terbaring lemah tak berdaya karena terserang kanker kelenjar getah bening. Seminggu tiga kali ia harus menjalani kemoterapi di sebuah rumah sakit. Ketika kesehatannya turun Gito harus terbang ke Singapura untuk melakukan teraphi. Bahkan beberapa kali koma. Setelah sebelumnya menjalani operasi. Gito akhirnya wafat pada tanggal 28 februari 2008 setelah menjalani pengobatan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 2 =