Profil & Biograsi Sam Bimbo

Loading...

Raden Muhammad Samsudin Hardjakusumah lahir di Kuningan, Jawa Barat, 6 Mei 1942, usia 74 tahun atau lebih dikenal dengan Sam Bimbo adalah salah satu musisi Indonesia dari saudara-saudara grup musik Bimbo. Master of Fine Arts lulusan ITB tahun 1968 ini menikah untuk Rubaah Samsudin dan telah diberikan 4 anak dan 4 cucu.

sam-bimbo-3

Sam adalah anak pertama dari 7 bersaudara serta pemimpin grup ini. Ia juga pernah menerima penghargaan dari Presiden Amerika Serikat dan Rusia, yang Ronald Reagan dan Leonid Brezhnev. 1982 menerima penghargaan untuk lagu tema untuk mencegah Perang Dunia III.

Di bidang seni lukis ia juga pernah mengadakan pameran tunggal di Indonesia pada tahun 1970, 1992 dan 2007. Pameran tunggal di Bangkok1971, dan pameran bersama di Bandung, Yogyakarta, Bali dan Jakarta 1995 – 2005. Lukisan yang sudah dicat mural berukuran 10 x 30 m untuk Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok, lukisan berukuran 8 x 12 m di Parlemen Indonesia, dan lukisan berukuran 3 x 1,5 m di Singapura. Ada 20 lukisan kaligrafi dikumpulkan oleh Mr Nakajima di Jepang.

sam-bimbo-2

Proses kreatif dalam bernyanyi dimulai ketika ia berusia empat tahun, ketika muncul kebiasaan unik di usia muda pada saat itu. Itu di rumahnya, ia paling senang ketika waktu Subuh dan Maghrib tiba. Ketika kedua waktu shalat itu datang, hati-hati ia menempelkan telinganya ke corong radio. Kemudian tanpa diperintah oleh siapa pun, ia mengikuti suara adzan.

Irama pernapasan atas dan ke bawah bergumam azan. Dia menyebutnya ngalelewe (mengikuti) Adzan. Tapi, ngalelewe dalam arti positif. Dari kebiasaan itu, proses kreatif saya dalam bernyanyi mulai dan diasah. Dia mengakui bahwa panggilan ini untuk kegiatan doa ngalelewe sampai batas tertentu telah membantu melatih suaranya dalam bernyanyi.

sam-bimbo-1

Selain aktif di dunia musik, ia juga mengeluti dunia seni lukis. Dia tidak pernah mengadakan pameran tunggal di Indonesia pada tahun 1970, 1992 dan 2007 pameran tunggal di Bangkok, Thailand pada tahun 1971, dan pameran bersama di Bandung, Yogyakarta, Bali dan Jakarta pada tahun 1995 – 2005. Ia juga pernah mengecat lukisan dinding pengukuran 10 x 30 m untuk kedutaan Indonesia di Bangkok, Thailand, membuat sebuah lukisan berukuran 8 x 12 m di Parlemen Indonesia, serta membuat sebuah lukisan berukuran 3 x 1,5 m di Singapura.

Ia juga telah membintangi beberapa film termasuk ‘Semalam di Malaysia’ (1975), ‘The Tarix Jabrix’ (2008), dan ‘Bebek Belur’ (2010). Sam menikah dengan Rubaah Samsudin, dikaruniai 4 anak dan 4 cucu. Darah seni juga mengalir ke empat anak mereka. Bahkan anak bungsu sekarang Dewi Lestari Asri adalah salah satu personil dari grup musik wanita dari Bandung, SHE.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 18 =