Profil & Biografi Djoko Susanto

Loading...

Djoko Susanto ialah pengusaha asal Indonesia yang berhasil mengembangkan bisnis ritel dengan mini-mart konsep. Nama Djoko Susanto juga dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses karena beliau urutan ke-27 dari 50 besar orang terkaya di Indonesia dalam Forbes tahun 2014. Anda pasti tahu dengan minimarket Alfamart yang sangat terkenal di Tanah Air bukan? Ya, Djoko Susanto adalah pemilik resminya.

Biografi Djoko Susanto 1

Pria keturunan Tionghoa ini lahir pada 9 Februari 1950 dengan nama asli Kwok Kwie Fo, dan merupakan anak ke enam dari 10 bersaudara. Namun sayangnya, ia terpaksa harus putus dari bangku sekolah dasar karena dulu pemerintah melarang siswa dengan nama-nama China. Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya. Karena itu pula ia berganti nama jadi Djoko Susanto.

Setelah berhenti sekolah, Djoko memutuskan untuk belajar di luar sekolah. Dan pada usinya yang beranjak ke 17 tahun, Djoko mengelola sejumlah 560 warung kaki lima milik orang tuanya di Pasar Arjuna, sebuah pasar tradisonal di Jakarta. Kios-kios tersebut bahan makanan saat itu, selanjutnya ia juga menjual rokok dan membuka warung.

Biografi Djoko Susanto 2

Memang orang keturunan Tionghoa identik dengan jiwa bisnis. Sifat pekerja kerasnya membuahkan hasil karena Djoko memperluas usaha warung tersebut sekaligus terus menjual rokok. Hal tersebut menarik perhatian seorang petinggi Putera Sampoerna, yang mempunyai perusahaan rokok tembakau dan cengkeh terbesar di Indonesia pada saat itu. Mereka bertemu pada awal tahun 1980 lalu sepakat untuk bekerja sama pada 1985 untuk membuat 15 kios yang tersebar di daerah Jakarta.

Empat tahun kemudian tepatnya pada 27 Agustus 1989, lahirlah Alfa Toko Gudang Rabat yang mempunyai konsep supermarket. Nama “Alfa” digunakan sebab bersifat netral, tidak mengandung unsur nama kedua orang pendirinya. Kemudian pada tahun 1994, nama Alfa Toko Gudang Rabat berganti menjadi Alfa Minimart. Namun sayangnya, kerja sama antara Djoko Susanto dan Putra Sampoerna harus berhenti di tahun 2005 karena Putra Sampoerna menjual perusahaannya bersamaan dengan anak perusahaan dan seluruh saham kepada Philips Morris International.

Biografi Djoko Susanto 3

Oleh karena itulah aset Putra Sampoerna yang dijual termasuk 70 % saham Alfa Minimart. Tetapi pihak Philips Morris International tidak tertarik dengan usaha tersebut dan alhasil saham Alfa Minimart dijual sepenuhnya kepada Djoko Susanto. Setelah itu, Beliau mengembangkan usahanya dengan membuka bisnis Alfa Supermarket.

Namun, Djoko harus merasakan kekalahan karena Alfa Supermarket tidak menghasilkan pendapatan yang signifikan akibat kalah bersaing dengan supermarket lain. Akhirnya, Alfa Supermarket di jual kepada Carrefour. Setelah itu, Djoko fokus pada ritel mini market. Ia pun menginvestasikan uangnya ke Alfamart dan Alfamidi. Langkah tersebut dibilang sangat tepat karena ditandai dengan semakin menjamurnya gerai Alfamart di berbagai daerah dan terbentuknya kerja sama antara Alfa Midi dengan Lawson. Gerai Alfamart telah mendapat apresiasi dengan tersematnya Gelar Top Brand tahun 2012 yang diselenggarakan lembaga riset Frontier Consulting Group.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =