Profil & Biografi Titiek Soeharto

Loading...

Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal dengan sebutan Titiek Soeharto merupakan anak ke empat dari Bapak Pembangunan, Presiden Republik Indonesia ke-2 yaitu Soeharto, yang lahir pada tanggal 14 Oktober 1960, Semarang. Saat ia lahir, Soeharto menjabat sebagai Panglima TT-IV/Diponegoro. Pada Mei 1983, Titiek Soeharto menikah dengan Prabowo Subianto dan mereka dikaruniai seorang anak bernama Didiet Prabowo. Namun sayangnya, pernikahan antara Titiek dan Prabowo berakhir dipenceraian namun tidak diketahui secara persis kapan pasangan ini berpisah.

Biografi Titiek Soeharto 1

Titiek Soeharto mempunyai latar belakang pendidikan formal dari fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia yang menjadikan kiprah hidupnya lebih banyak dicurahkan untuk mengikuti semangat perjualangan dari kedua orang tuanya. Titiek Soeharto menjadi saksi hidup jerih payah Presiden Soeharto untuk mempertahankan kemerdekaan yang kemudian membangun pembangunan di Indonesia. Interaksi sebagai seorang putri menjadikannya segala dinamika yang di alami sang ayah.

Selain pernah aktif dalam Pesit Candrakirana yang merupakan organisasi para istri prajurit, Titiek Soeharto juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia, disingkat PERPANI, Ketua Umum Yayasan Seni Rupa (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, dan Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Bukan hanya itu, wanita berumur 56 tahun tersebut pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Tani dan Nelayan di DPP Golkar.

Biografi Titiek Soeharto 2

Majalah Time pernah menuliskan laporan kekayaan Keluarga Cendana dengan judul Soeharto, Inc. yang berujung ke meja hijau. Disebutkan bahwa Titiek Soeharto adalah penyuka merk kelas tinggi seperti Bvlgari, Harry Winston dan Cartier. Ia juga dikenal sebagai pengagum para bintang film seperti Steven Seagel. Saat aktor tersebut datang ke Bali dalam rangka peresmian Planet Hollywood pada tahun 1994 lalu, Titiek Soeharto dikabarkan berdansa dengan bintang laga itu. Pada tahun 27 Juli 2005, Titiek Soeharto duduk sebagai jabatan komisaris SCMA yang merupakan induk perusahaan Surya Citra Televisi (SCTV).

Pada Mei 2006 lalu, Titiek Soeharto pernah dua kali tampil di depan publik. Pertama, ia menjenguk dan memberikan bantuan bagi pengungsi Gunung Merapi. Dari kejadian itu juga, Titiek menyatakan permintaan maaf sang ayah, Soeharto. Saat gempa datang, Titiek muncul lagi di Yogyakarta dengan membawa bingkisan berjudul “85 tahun Pak Harto” untuk para korban musibah. Disini juga, ia menyampaikan salam Pak Harto bagi warga setempat.

Biografi Titiek Soeharto 3

Kemudian, ketika tanggal 9 Juni 2006 Titiek Soeharto muncul sebagai presenter SCTV dalam penayangan siaran langsung Piala Dunia 2006. Namun sayangnya, hanya dalam 3 kali pertandingan, SCTV mendapat banyak kritikan bertubi-tubi dari penggemar bola yang mengatakan bahwa Titiek Soeharto tidak memiliki potensi sebagai pembawa acara olahraga. Sejak saat itu hingga sekarang, ia tidak muncul lagi sebagai presenter. Ada rumor yang mengatakan Titiek Soeharto bisa menjadi presenter sebagai imbalan telah menalangi dana pembelian hak siaran World Cup 2006 sebesar 25 %.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + seventeen =