Profil & Biografi Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja

Loading...

Ir. Raden Haji Djoeanda Kartawidjaja lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 14 Januari 1911 dan wafat pada tanggal 7 November 1963 di Jakarta. Beliau merupakan salah satu Pahlawan Indonesia yang kini wajahnya menghiasi uang pecahan Rupiah baru. Uang tersebut baru diluncurkan oleh Bank Indonesia pada akhir tahun 2016 lalu.

Biografi Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja 1

Awal kehidupan dan pendidikan dari Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja dimulai dari anak pertama dari pasangan Raden Kartawidjaja dan Nyi Monat. Ayahnya seorang Mantri Guru pada Hollandsch Inlansdsch School (HIS). Djoeanda menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di HIS yang kemudian pindah ke sekolah Eropa Europesche Lagere School (ELS) dan tamat pada tahun 1924. Selanjutnya, Djoeanda dimasukkan ke sekolah menengah khusus untuk orang Eropa yakni Hoogere Burgerschool te Bandoeng yang kini ditempati oleh SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung. Ia lulus tahun 1929 saat itu.

Kemudian, di tahun yang sama, Djoeanda masuk ke Technische Hoogerschool te Bandoeng yang sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan teknik sipil dan wisuda tahun 1993. Semasa mudanya, Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja aktif dalam organisasi non politik bernama Paguyuban Pasundan dan menjadi pimpinan sekolah Muhammadiyah. Karir selanjutnya yang dijalani oleh Djoeanda adalah sebagai pegawai Departemen Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat, Hindia Belanda pada tahun 1939.

Biografi Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja 2

Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja ialah seorang abdi negara dan abdi masyarakat. Beliau seorang pegawai negeri yang patut diteladani. Menapaki karir dalam berbagai jabatan pengabdian kepada negara dan bangsa. Sejak lulus dari TH Bandung tahun 1933, ia memilih mengabdi ditengah masyarakat. Djoeanda pernah mengajar di SMA Muhammadiyah di Jakarta dengan gaji seadanya. Padahal saat itu ia ditawari menjadi asisten dosen di TH Bandung dengan gaji yang jauh lebih besar.

Setelah empat tahun mengajar di SMA, pada tahun 1937, Djoeanda mengabdi dalam dinas pemerintah di Jawaatan Irigasi Jawa Barat. Selain itu, ia juga aktif sebagai anggota Dewan Daerah Jakarta. Djoeanda menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia ke-10 sekaligus yang terakhir. Ia menjabat dari 9 April 1957 hingga tanggal 9 Juli 1959. Setelahnya, Beliau menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja 1

Biografi Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja 3

Sumbangan terbesar Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja dalam masa jabatan adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang berisikan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI atau dikenal sebagai negara kepulauan dalam Konvensi Hukum Laut UNCLOS. Setelah wafat, Ir. Djuanda Kartawidjaja diangkat sebagai tokoh nasional dan pahlawan kemerdekaan Nasional.

Nama Beliau juga di abadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya yaitu Bandara Djuanda, berkat jasanya memperjuangkan pembangunan lapangan terbang tersebut. Selain itu, nama Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja di jadikan sebagai nama hutan raya di Bandung yakni Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang di dalamnya terdapat Museum dan Monumen Ir. H. Djuanda.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − seven =