Profil & Biografi Arcandra Tahar

Loading...

Pada bulan Oktober tahun 2016 lalu, Arcandra Tahar kembali ke dalam Kabinet Kerja dan posisinya masih di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Namun bukan sebagai Menteri seperti sebelumnya, Tahar menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM. Pelantikannya tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Arcandra Tahar dilantik bersama Menteri ESDM yang baru bernama Ignasius Jonan.

Biografi Arcandra Tahar 1

Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. lahir di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 10 Oktober 1970. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan Teknik Mesin ITB yang kemudian bekerja di Andersen Consulting. Setelah S1, Arcandra menempuh ilmu di Texas A&M University, Amerika Serikat sampai lulus kuliah. Tak puas hanya sebatas S2, ia kembali melanjutkan pendidikan S3 di Amerika Serikat. Setelah tamat, Arcandra Tahar menjadi konsultan di berbagai perusahaan internasional.

Ia memiliki peranan penting dalam negoisasi dan keberhasilan Presiden Jokowi untuk menarik kembali Blok Masela supaya dikuasai kembali oleh Indonesia, dengan cara memutuskan eksplorasi secara onshore dan bukannya offshore. Arcandra Tahar juga mempunyai hak paten mengenai desain offshore di Amerika Serikat. Bisa dikatakan ia telah mempelajari offshore dan praktisi bidang hirdrodinamik selama 14 tahun lamanya. Tahar mendalami ilmu offshare-nya dengan bekerja di Spar, TLP, Compliant Tower, Multi Colum Floater dan Buoyant Tower.

Biografi Arcandra Tahar 2

Sebelum dilantik menjadi Menteri ESDM saat Juli 2016, Arcandra Tahar pernah menjabat posisi sebagai Presiden di Petroneering Houston di Texas. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang minyak dan energi. Tahar memegang jabatan ini sejak Oktober 2013 hingga awal tahun 2016. Selain itu, beberapa jabatan tinggi lainnya pernah di rasakan oleh pria 46 tahun ini, seperti Principal Horton Wison Deepwater Inch dari periode 2009-2013. Arcandra Tahar juga pernah bekerja di Hydrodynamics Lead Floa TEC LLC, AGR Deepwater Development System, Inc dan berbagai macam perusahaan internasional lainnya.

Namun sayangnya, baru 20 hari menjabat sebagai Menteri ESDM, Arcandra Tahar diberhentikan secara hormat sebab di temukan mempunyai paspor Amerika Serikat. Hal tersebut menjelaskan bahwa Arcandra Tahar telah menjadi warga negara AS lewat proses naturalisasi pada Maret 2012. Oleh karena Indonesia tak menganut dwikewarganegaraan, maka secara hukum seorang WNI akan kehilangan status WNI-nya. Setelah beberapa bulan mengurus status kewarganegaraannya di anggap selesai, Tahar akhirnya di lantik lagi tetapi bukan sebagai Menteri ESDM melainkan menjadi wakil menteri.

Biografi Arcandra Tahar 3

Kepada wartawan, Arcandra Tahar mengaku tak mempermasalahkan penurunan jabatan tersebut. Bahkan ia sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah memberinya kesempatan kedua untuk mengabdi kepada negara. Walaupun nomenklatur wakil menteri ESDM sudah dihapuskan sejak era pemerintahan Jokowi, posisi ini akhirnya dimunculkan kembali.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =