Profil & Biografi Yingluck Shinawatra

Loading...

Yingluck Shinawatra merupakan seorang wanita yang pernah menjadi Perdana Menteri Thailand sejak terpilih dalam pemilu tahun 2011. Menjabat selama tiga tahun, Yingluck memecahkan rekor mejadi perdana menteri wanita pertama yang memerintah Thailand, dan juga menjadi perdana menteri termuda di Negara Gajah Putih tersebut dalam kurun waktu 60 tahun terakhir.

BERLIN, GERMANY - JULY 18: Thai Prime Minister Yingluck Shinawatra listens during a news conference at the German federal chancellory on July 18, 2012 in Berlin, Germany. Yingluck, Thailand's first female prime minister, is on her first state visit outside of Asia since she took office in August of last year. (Photo by Adam Berry/Getty Images)

Semasa ia menjabat, Yingluck Shinawatra berusaha untuk memenuhi janjinya yakni meningkatkan upah minimum, memberikan tablet komputer untuk tiap anak sekolah, dan memberikan layanan WiFi gratis. Program-program ini dijanjikan olehnya tanpa merusak perekonomian negara.

Yingluck Shinawatra lahir pada tanggal 21 Juni 1967 di San Kamphaeng, Thailand. Wanita berumur 49 tahun itu berasal dari keluarga kaya keturunan Tionghoa. Maka tak heran, Yingluck berhasil meraih gelar sarjananya dari Universitas Chiang Mai dan mendapatkan gelar master dari Universitas Negeri Kentucky dalam jurusan Administrasi Politik.

Biografi Yingluck Shinawatra 2

Setelah wisuda, Yingluck menjabat sebagai Eksekutif di sebuah perusahaan yang didirikan oleh kakak kandungnya, Thaksin Shinawatra. Beberapa waktu bekerja di sana, ia diangkat menjadi Presiden Pengembang Propert Shin Corporation, sekaligus Direktur pengelola di Advanced Info Service. Sementara kakaknya Thaksin, dilantik secara resmi sebagai Perdana Menteri, namun ia digulingkan dari posisinya dalam sebuah kudeta militer tahun 2006.

Pada waktu Mei 2011 lalu, Partai Pheu Thai yang masih terus menjalin hubungan dekat dengan Thaksin, mencalonkan Yingluck Shinawatra sebagai kandidat Perdana Menteri dalam Pemilihan Umum 2011 di Thailand. Pheu Thai menggalangkan kampanye yang berbunyi ‘Thaksin Berpikir, Pheu Thai melakukannya’. Dalam kampanye tersebut, Yingluck juga menyerukan keinginannya untuk melakukan rekosiliasi nasional, pemberantasan kemiskinan, serta pengurangan pajak penghasilan perusahaan.

epa04193366 Thai caretaker Prime Minister Yingluck Shinawatra greets in traditional Thai way as she arrives for her defence in a court case at the Constitutional Court in Bangkok, Thailand, 06 May 2014. Yingluck faces charges for transferring a top civil servant of the National Security Council chief Thawil Pliensri in 2011, allegedly to assure the advancement of one of her relatives. Thailand's Constitutional Court is to rule in 07 May 2014 on whether caretaker Prime Minister Yingluck Shinawatra broke the law in transferring a civil servant three years ago, which could result in her dismissal from office. The court announced the schedule after hearing the testimony of Yingluck and three other witnesses. EPA/NARONG SANGNAK

Walaupun program yang di usung oleh Yingluck Shinawatra dicemooh dan dikritik oleh Partai Demokrat, saingan Partai Pheu Thai, Yingluck Shinawatra berhasil menang telak dengan total suara 47% di Parlemen Thailand.

Namun sayangnya, ketika krisis politik berlangsung pada bulan Mei 2014, Yingluck Shinawatra dicopot dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi Thailand atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan Perdana Menteri. Saat pembacaan vonis, Hakim pemimpin sidang menyatakan bahwa Yingluck Shinawatra telah menyalahgunakan wewenangya dengan memindahkan Thawil Pliensri, dewan keamanan nasional, ke jabatan lain.

Menurut Hakim, Yingluck Shinawatra memindahkan Thawil karena Priewpan Damapong, kerabat dekatnya dapat menduduki jabatan tersebut. Setelah 3 tahun menjabat, akhirnya Yingluck berhenti dan posisinya tersebut digantikan oleh Prayuth Chan-Ocha.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =