Profil & Biografi Rodrigo Duterte

Loading...

Rodrigo Roa Duterte merupakan Presiden Filipina ke-16 yang masih menjabat hingga saat ini. Sering disebut dengan nama Digong yang memiliki cara bicara yang lantang nan tegas, serta memerintah rakyatnya dengan gaya informal sehingga kepopularitasnya di dunia politik pun kian dikenal oleh masyarakat dunia. Bahkan, gaya bicaranya yang sedikit melenceng dan kasar tersebut membuat orang-orang menjuluki Duterte sebagai ‘Donald Trump Asia’.

Biografi Rodrigo Duterte 1

Lahir pada tanggal 28 Maret 1945 di Leyte, Filipina, Rodrigo Duterte mulai mencuri perhatian publik saat ia mencalonkan diri untuk menjadi Presiden Filipina pada bulan Mei 2016 lalu. Meskipun tidak pernah diunggulkan, nyatanya Duterte berhasil memenangkan pemilu tersebut dengan meraih 14,8 juta suara. Dengan begitu, ia pun mengalahkan saingan terberatnya yakni Manuel Roxas.

Sebelum menjabat sebagai Presiden, Duterte sempat menjadi Walikota Davao sampai tahun 1998. Sejak itulah, julukan ‘the punisher’ sudah melekat di diri Duterte. Alasannya yaitu dia sangat tegas dalam mengatasi semua tindak kriminal di kota tersebut sehingga para kriminalitas pun ciut menghadapi sang Walikota.

Biografi Rodrigo Duterte 2

Alhasil, angka kejahatan di kota Davao pun turun drastis sampai tahun 2000. Namun sayangnya, cara yang dipilih oleh Duterte tergolong kejam. Selama kepimpinannya, banyak orang yang tewas dengan cara misterius. Beberapa aktivis juga mengakui bahwa mereka mempunyai dokumentasi ratusan pembunuhan yang dilakukan oleh para penjagal ketika Duterte masih menjabat Walikota. Ia diduga yang merencanakan pembunuhan tersebut.

Selain terkenal dengan gaya pemimpinnya yang tegas, popularitas Duterte kian meroket karena cara memimpinnya yang tidak formal. Ia kerap bicara ceplas-ceplos dan sering melontarkan sumpah serapahnya. Duterte juga pernah memaki petinggi-petinggi negara, misalnya Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sampai pimpinan tertinggi umat Katolik, Paus Fransiskus.

Setelah menjadi Presiden, Duterte berjanji kepada rakyat Filipina untuk memberantas perdagangan narkoba di negara tersebut dalam jangka waktu 3-6 bulan. Janji ini dibuktikan olehnya karena sejak dilantik dan menjabat resmi tanggal 1 Juni 2016, selama Duterte memimpin, hampir 3.000 orang tewas. Sementara itu, lebih dari 4.000 orang yang terjaring narkoba sudah ditangkap.

Biografi Rodrigo Duterte 3

Kemudahannya dalam menangkap bandar narkoba juga dibantu oleh rakyat Filipina. Rodrigo Duterte mengiming-imingi uang sebesar 2 juta peso atau setara dengan Rp 570 juta kepada siapapun yang berhasil menangkap pejabat atau polisi yang melindungi bandar obat-obatan terlarang di Filipina.

Tetapi akibat aksi kejamnya ini, Duterte diprotes keras oleh kelompok pembela HAM seperti Amnesty Internasional dan Human Right Watch. Ia di anggap telah melanggar HAM, dengan membunuh orang tanpa diproses hukum terlebih dahulu. Kampanye anti narkoba milik Duterte juga sempat diprotes oleh PBB karena ilegal.

Semua protes keras itu dibalas oleh Duterte dengan sengit. Ia meminta supaya PBB dan organisasi HAM lainnya tidak ikut campur dalam urusan pemerintahannya. Bahkan, Duterte mengancam akan mengeluarkan Filipina dari PBB. Meskipun ia menganggap semua ancaman itu lelucon, namun Duterte pernah menyebut PBB adalah organisasi yang gagal memecahkan berbagai masalah internasional contohnya kasus pembantaian di Afrika Selatan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 9 =