Profil & Biografi Zhang Ning

Loading...

Kompetisi bulu tangkis antar negara memang bisa menarik perhatian masyarakat. Tidak terkecuali di Indonesia. Seringkali para atlet Indonesia memenangkan kompetisi tersebut sehingga membuat nama harum Tanah Air di khalayak ramai. Contoh atlet bulu tangkis yang berprestasi di Indonesia adalah Liliyana Natsir dan Greysia Poli. Lalu, ada pula sang legendaris Susi Susanti. Namun ada pula sang pemain bulu tangkis wanita legendaris yang terkenal di dunia yaitu Zhang Ning.

Biografi Zhang Ning 1

Zhang Ning lahir pada tanggal 19 Mei 1975 di Jinzhou, Liaoning, China. Ia adalah pemain bulutangkis dari Republik Rakyat Cina dan memenangkan medali emas Olimpiade dua kali untuk single putri di tahun 2004 dan 2008. Dia telah bermain bulutangkis di kancah dunia sejak pertengahan 1990-an dan telah berhasil sejak 2002.

Pada akhir usia dua puluhan dan awal tiga puluhan, Zhang Ning relatif terlambat untuk mengejar di Tingkat tertinggi, dan terutama bagi pemain top dalam sistem China yang dikembangkan sangat dini. Wanita berumur 42 tahun ini dikenal sebagai seseorang yang konsisten dan kuat saat melawan lawannya.

Biografi Zhang Ning 2

Zhang Ning pertama kali mewakili China dalam kompetisi Piala Uber (juara dunia wanita) pada tahun 1994 dan terakhir pada tahun 2006. Meskipun ia tidak selalu dipilih untuk bermain di setiap edisi dua tahunan turnamen ini, rentang layanan Uber Cup-nya adalah Terpanjang dari setiap pemain China.

Tahun 2008, Zhang Ning kembali berlomba di kompetisi Malaysia Terbuka. Dia juga aktif melatih para junior di timnya dalam turnamen tersebut. Saat di ajang Korea Terbuka, Zhang Ning kalah dari mantan rekan senegaranya, Zhou Mi, di perempat final, namun saat ini Zhou bermain untuk HongKong.

лªÉçÕÕƬ£¬¶«¾©£¬2006Äê5ÔÂ6ÈÕ [Ìå̳¾Û½¹]£¨11£©ÓðëÇò¨D¨DÖйú¶ÓµÚÊ®´ÎÅõÆðÓȲ®±­ 5ÔÂ6ÈÕ£¬Öйú¶ÓÑ¡ÊÖÕÅÄþÒÔ2±È1սʤºÉÀ¼¶ÓÑ¡ÊÖÕź£ÀöºóÇì×£¡£µ±ÈÕ£¬ÔÚ¶«¾©¾ÙÐеÄ2006ÓȲ®±­ÓðëÇòÈü¾öÈüÖУ¬Öйú¶ÓÒÔ3±È0սʤºÉÀ¼¶Ó£¬ÊµÏÖÁËÎåÁ¬¹Ú¡£ÕâÒ²ÊÇÖйú¶ÓµÚÊ®´ÎÅõµÃÓȲ®±­¡£ лªÉç¼ÇÕßÌÕÏ£ÒÄÉã

Di All England, Zhang Ning dan Xie yang menjadi unggulan 2 teratas, kalah di babak pertama. Namun mereka berdua bangkit dengan kuat di Swiss Terbuka untuk mencapai final, demi pertemuan internasional ke-22 mereka. Saat berada di final adalah melegakan bagi Zhang, yang gagal melewati perempat final dalam tiga turnamen sebelumnya. Meski begitu, Xie mengalahkan Zhang 21-18, 21-17.

Setelah sebelumnya mengumumkan rencananya untuk pensiun setelah Olimpiade 2008, sebuah upacara pensiun untuk Zhang Ning dan anggota pensiunan lainnya dari tim nasional China diadakan di Kejuaraan Bulutangkis China Terbuka 2008 di Shanghai pada bulan November 2008. Setelah pensiun, Zhang Ning segera mulai bekerja dengan tim nasional China dalam melatih dan mengembangkan pemain tunggal wanita yang akan datang.

Dalam sejarahnya di dunia bulu tangkis, Zhang Ning telah memenangkan kompetisi di Prancis (1994), Swedia (1996), Malaysia (1998), Singapura (2001), dan Korea (2002) Terbuka, dan juga Grand Prix Bulutangkis Dunia 1998 dan Masters Copenhagen. Zhang Ning juga pemenang dari Kejuaraan Asia 2001. Dia meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia IBF 2001 dan menyelesaikan tempat kedua (untuk rekan senegaranya Ye Zhaoying) di Kejuaraan All England tahun 1998, satu gelar utama dunia yang tidak pernah dia raih.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − eight =