Profil & Biografi Chester Bennington

Loading...

Kabar duka datang dari dunia musik rock. Vokalis band Linkin Park yaitu Chester Bennington, dikabarkan meninggal gantung diri pada hari Kamis, 20 April 2017. Ia meninggal di usia 41 tahun dan meninggalkan 6 orang anak dari dua kali pernikahan. Selama sisa hidupnya, dikabarkan Chester mempunyai masalah dengan obat-obatan dan kecanduan alkohol. Setelah kabar meninggalnya Chester, dunia pun turut berduka cita dan merasa kehilangan vokalis band rock legendaris ini.

Biografi Chester Bennington 1

Chester Charles Bennington adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Amerika yang paling dikenal sebagai pentolan band rock Linkin Park. Dia juga vokalis utama untuk Dead by Sunrise dan Stone Temple Pilots dari tahun 2013 sampai 2015. Chester pertama kali mendapat predikat sebagai vokalis setelah merilis album debut Linkin Park, “Hybrid Theory”, pada tahun 2000, yang menjadi sukses secara komersial. Album ini disertifikasi Diamond oleh Recording Industry Association of America pada tahun 2005, menjadikannya album debut terlaris waktu itu, dan juga salah satu dari sedikit album yang paling terlaris sepanjang massa.

Album studio berikutnya dari Linkin Park yaitu Meteora (2003), A Thousand Suns (2010), Living Things (2012), The Hunting Party (2014), dan One More Light (2017) yang melanjutkan kesuksesan band ini. Chester kemudian membentuk bandnya sendiri, Dead by Sunrise, sebagai proyek sampingan di tahun 2005. Album debut band ini, Out of Ashes, dirilis pada tanggal 13 Oktober 2009.

Dia lalu mengerjakan materi baru dengan Stone Temple Pilot pada tahun 2013 untuk merilis EP berjudul “High Rise” pada tanggal 8 Oktober 2013 melalui label rekaman mereka sendiri, Play Pen. Chester Bennington juga telah masuk dalam daftar Top 100 Heavy Metal Vocalists oleh Hit Parader.

Bernama lengkap Chester Charles Bennington lahir di Phoenix, Arizona, pada tanggal 20 Maret 1976. Ibunya adalah seorang perawat, sementara ayahnya adalah seorang detektif polisi yang bekerja untuk kasus pelecehan seksual anak-anak. Sejak kecil, Chester memang sudah menaruh minat pada musik, dengan menyebut band-band Depeche Mode dan Stone Temple Pilots sebagai inspirasi awalnya, dan bermimpi untuk menjadi anggota Stone Temple Pilots nantinya.

Biografi Chester Bennington 2

Namun sayang, orangtua Chester Bennington bercerai saat berusia 11 tahun, dan ayahnya-lah yang mendapat hak asuh darinya. Setelah perceraian, Chester mulai menyalahgunakan ganja, alkohol, opium, kokain, methamphetamine, dan LSD. Dia akhirnya mampu mengatasi masalah kecanduan narkoba, dan akan terus mengecam penggunaan narkoba demi masa depannya.

Dalam sebuah wawancara, Chester Bennington mengungkapkan bahwa dia pernah menerima pelecehan seksual dari seorang teman laki-laki yang lebih tua saat berusia 7 tahun. Dia takut untuk meminta bantuan karena dia tidak ingin orang berpikir bahwa dia gay atau berbohong, sehingga pelecehan berlanjut sampai usia 13 tahun.

Penyalahgunaan obat-obatan dan situasi di rumah sangat memengaruhi Chester sehingga dia merasakan dorongan untuk bunuh diri. Tetapi akhirnya ia pun mendapatkan hiburan lain dengan menggambar, menulis puisi dan lagu. Kemudian, Chester memberanikan diri untuk mengungkapkan identitas pelaku pelecehan seksual itu kepada ayahnya, namun memilih untuk tidak meneruskan kasus ini.

Pada usia 17 tahun, Chester Bennington pindah dengan ibunya, dan dilarang meninggalkan rumah saat ibunya menemukan ia sedang memakai obat-obatannya. Beberapa waktu kemudian, dia bekerja di Burger King sebelum memulai karirnya sebagai musisi profesional. Chester juga sering dibully secara fisik di SMA. Dalam sebuah wawancara, dia pernah berkata: “Saya dikalahkan seperti boneka kain di sekolah, karena kurus dan terlihat berbeda.”

Biografi Chester Bennington 3

Chester Bennington pertama kali bernyanyi dengan band bernama “Sean Dowdell and His Friends ?”. Mereka merilis kaset tiga track eponymous pada tahun 1993. Kemudian, Sean Dowdell dan Bennington pindah untuk membentuk band baru, “Gray Daze”, sebuah band post-grunge dari Phoenix, Arizona. Band ini merekam tiga album yaitu “Demo” pada tahun 1993, “Wake/Me” pada tahun 1994, dan “…no sun today” di tahun 1997. Namun, Chester memilih untuk meninggalkan Gray Daze pada tahun 1998, dan berjuang untuk menemukan band lain yang lebih bonafit.

Karena sudah lama mencari, Chester Bennington merasa frustrasi dan ingin keluar dari karir musiknya. Untung saja Jeff Blue, wakil presiden A & R di Zomba Music di Los Angeles, menawarinya audisi untuk menjadi anggota Linkin Park. Ia pun langsung berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan layanan digital dan melesat pergi ke California, di mana Chester berhasil melewati audisi dengan sukses.

Dia berhasil merekam lagunya untuk audisi dalam sehari, melewatkan perayaan ulang tahunnya sendiri dalam proses tersebut. Chester Bennington dan Mike Shinoda, vokalis band lainnya, membuat kemajuan signifikan bersama, namun gagal menemukan kesepakatan rekaman dengan studio resmi. Setelah menghadapi banyak penolakan, Jeff Blue, selaku wakil presiden A & R di Warner Bros, turun tangan lagi untuk membantu band tersebut demi menandatangani kontrak dengan Warner Bros. Records.

Pada tanggal 24 Oktober 2000, Linkin Park merilis album debut mereka, “Hybrid Theory”, melalui Warner Bros. Records. Ia bersama Shinoda menulis lirik lagu “Hybrid Theory” berdasarkan beberapa materi awal. Shinoda sendiri mencirikan liriknya sebagai interpretasi perasaan, emosi, dan pengalaman universal, dan sebagai “emosi sehari-hari yang Anda bicarakan dan pikirkan.”

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + 5 =