Profil & Biografi Cheng Wei

Loading...

Cheng Wei adalah seorang eksekutif bisnis asal Cina yang sering dijuluki sebagai Will. Ia adalah Pendiri dan CEO Didi Chuxing, sebuah platform transportasi mobile one-stop komprehensif terbesar di China. Pada tahun 2012, setelah 8 tahun bekerja di operasi Alipay Alibaba Group dan regional, pria ini mendirikan Beijing Orange Technology Co Ltd di Zhongguancun, yang dikenal sebagai Silicon Valley di China, dan segera meluncurkan Didi Dache, sebuah aplikasi taksi.

Biografi Cheng Wei 1

Kehidupan Pribadi
Cheng Wei lahir pada tanggal 19 Mei tahun 1983 di Shangrao, sebuah kota yang terletak di provinsi tenggara Jiangxi. Ia menerima gelar sarjana dalam bidang administrasi dari Beijing University of Chemical Technology. Setelah lulus, Will bertugas sebagai asisten ketua di perusahaan pijat kaki.

Dia pun berhenti karena merasa pekerjaan itu tidak sesuai dengan yang dia harapkan, dan sekitar satu tahun kemudian, ia mendaftar kerja untuk bergabung dengan Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di China yang dipimpin oleh Jack Ma. Ia pun diterima sebagai staf penjualan untuk layanan e-commerce tersebut pada tahun 2005.

Biografi Cheng Wei 2

Perjalanan Karir
Dalam enam tahun di Alibaba, Will naik jabatan menjadi manajer penjualan wilayah utara China. Kemudian, dia pindah ke platform pembayaran online pihak ketiga terbesar di China, Alipay, di mana dia dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai manajer berbakat meski usianya terbilang masih muda. Bahkan ia sudah menjadi manajer regional termuda perusahaan.

Pada tahun 2012, Will meninggalkan Alibaba dan mendirikan Beijing Orange Technology Co dan meluncurkan Didi Dache, yang berarti “Beep Beep Call a Taxi”, inkarnasi awal dari layanan transportasi onlinenya. Dua tahun kemudian, dia mempekerjakan Jean Liu (Liu Qing), seorang mantan direktur eksekutif Goldman Sachs Asia sebagai COO perusahaannya.

Founder and CEO of Didi Kuaidi, Cheng Wei reacts during a session at the World Economic Forum (WEF) in China's port city Dalian, September 10, 2015. REUTERS/Jason Lee/File Photo

Pada bulan Februari 2015, perusahaan tersebut bergabung dengan saingannya Kuaidi Dache untuk menjadi Didi Kuaidi (kemudian berganti nama menjadi Didi Chuxing). Di saat bulan Agustus 2016, Didi Chuxing mengakuisisi semua aset divisi Uber di China, termasuk merek, operasi bisnis dan data untuk operasi di seluruh daratan China. Berdasarkan ketentuan kesepakatan tersebut, Will ditetapkan menjadi anggota dewan Uber dan Travis Kalanick akan mendapatkan kursi di dewan DiDi.

Sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 2012, di bawah kepemimpinan Cheng Wei dan Jean Liu, DiDi telah berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi start up tertinggi di dunia. Perusahaan telah berevolusi dari aplikasi panggilan taksi sederhana untuk menjadi platform layanan transportasi terbesar di China, menawarkan solusi mobilitas yang komprehensif untuk hampir 300 juta pengguna di lebih dari 400 kota di China, termasuk panggilan taksi, mobil pribadi, halangan (sosial ride-sharing), test drive, layanan supir, bus, layanan penyewaan mobil dan solusi perusahaan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 6 =