Profil & Biografi Joko Anwar

Loading...

Jika berbicara mengenai siapa saja sutradara di Indonesia, mungkin dipikiran Anda akan menjawab nama Hanung Bramantyo. Padahal ada satu lagi sutradara berbakat asli lokal yaitu Joko Anwar. Pria berumur 41 tahun ini menjadi dalang dibalik film horor yang lagi naik daun saat ini yaitu Pengabdi Setan, film hasil remake tahun 1980-an dengan judul yang sama. Berikut ini Profil Joko Anwar yang bisa Anda ketahui.

Biografi Joko Anwar 1

Kehidupan Pribadi
Joko Anwar lahir pada tanggal 3 Januari 1976 di suatu daerah yang sedang dilanda kemiskinan Medan, Sumatera Utara. Semasa hidupnya, ia tumbuh menonton film kung fu dan horor. Sejak ia duduk di kelas SMP, ia sudah mulai menulis dan menyutradarai pertunjukan drama di sekolahnya.

Pria ini kemudian belajar di Institut Teknologi Bandung untuk belajar Aerospace Engineering karena orang tuanya tidak mampu untuk mengirimnya ke sekolah film. Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, ia kemudian menjadi wartawan di The Jakarta Post sebelum menjadi kritikus film.

Biografi Joko Anwar 2

Perjalanan Karir
Ketika mewawancarai Nia Dinata untuk The Jakarta Post, produser dan sutradara film tersebut sangat terkesan dengan Joko Anwar, sehingga mengundangnya untuk menulis proyek filmnya yang kemudian dikenal sebagai “Arisan!” (2003). Film ini mendapat pujian komersial dan pujian yang luar biasa dari para kritikus, serta memenangkan beberapa penghargaan di dalam dan luar negeri termasuk “Film Terbaik” di Festival Film Indonesia 2004 dan “Film Terbaik” di MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2004.

Joko Anwar kemudian mengarahkannya film pertamanya, sebuah film komedi romantis berjudul “Janji Joni” (Joni’s Promise) pada tahun 2005, yang ia tulis saat masih kuliah di tahun 1998. Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Mariana Renata ini menjadi salah satu pemenang box office terbesar di tahun itu.

Tak puas hanya itu, film garapan Joko tersebut memenangkan “Film Terbaik” di MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2005. Bahkan SET Foundation, yang dipimpin oleh pembuat film, Garin Nugroho, memberikannya penghargaan khusus untuk dalam pemilihan dalam kategori cerita inovatif. Kemudian, film “Janji Joni” (Joni’s Promise) masuk dalam beberapa seleksi Festival film internasional bergengsi, termasuk Festival Film Sydney dan Festival Film Internasional Pusan. Film ini juga menghidupkan kembali karir Barry Prima, yang dikenal secara internasional sebagai bintang film laga yang merupakan bintang film favorit Joko saat kecil.

Biografi Joko Anwar 3

Pada tahun 2007, Joko Anwar menulis dan mengarahkan film “Kala”, yang disebut-sebut sebagai film noir pertama dari Indonesia yang mendapat pujian dari kritik internasional. Majalah film Inggris terkemuka, Sight & Sound, memilih film ini sebagai salah satu film terbaik tahun itu dan juga menamai Joko sebagai “salah satu sutradara paling cemerlang di Asia”.

Film ini dipilih dalam pemilihan lebih dari 30 film festival internasional dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Jury Prize di New York Asian Film Festival. The Hollywood Reporter menyebut film “Kala” sebagai “sebuah film noir” yang mengingatkan penonton film “M” oleh Fritz Lang. ” Film ini juga bahkan telah disandingkan dengan film karya Alex Proyas dan Kiyoshi Kurosawa.

Bukan hanya menulis skenario untuk film arahannya sendiri, Joko Anwar juga menuliskan skenario untuk sutradara lainnya, termasuk film komedi “Quickie Express” yang meraih penghargaan “Film Terbaik” di Jakarta International Film Festival 2008 dan film “Jakarta Undercover”. Kedua film tersebut juga sukses secara komersial. Joko juga menulis sebuah naskah film fiksi yang mendapat pujian dari para kritikus internasional dan mendapat banyak penghargaan, termasuk “Film Terbaik” dan “Skenario Terbaik” di Festival Film Indonesia 2008.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × three =