Profil & Biografi Setya Novanto

Loading...

Drs. Setya Novanto, Ak. adalah seorang politisi asal Jawa Barat, yang berasal dari Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat untuk periode 2014-2019, dan telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat sejak tahun 1999 sampai masa jabatannya 2019, sebagai wakil Golkar dari dapil NTT Dua, yang termasuk wilayah Pulau Timor, Sabu, Rote, dan Sumba. Tapi, pada tahun 2015 lalu, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR terkait kasus pencatutan nama Presiden RI Joko Widodo dalam kontrak PT. Freeport Indonesia. Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar untuk periode 2009-2014 dan saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Partai Golkar periode 2016-2019. Beriku ini Profil Setya Novanto yang bisa Anda ketahui.

Biografi Setya Novanto 1

Kehidupan Pribadi
Anak kelima dari delapan bersaudara tersebut lahir pada tanggal 12 November 1954 di Bandung, Jawa Barat, dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri. Namun sayang, orang tuanya bercerai saat masih di bangku SD. Pada tahun 1967, ia pindah ke Jakarta, dimana saat itu ia bersekolah di SMP Negeri 73 Tebet (1967-1970) dan kemudian SMA 9 di Jakarta Selatan (1970-1973).

Setelah itu, Setya Novanto belajar manajemen akuntansi di Universitas Katolik Widya Mandala di Ibukota Jawa Timur, Surabaya. Disana, ia rajin menjual madu dan beras untuk menopang dirinya sendiri, dimulai dengan modal hanya Rp 82.500 dan tumbuh pesat dengan menjalankan dua truk yang menjual beras yang dikirim dari Kabupaten Lamongan. Dia juga mengoperasikan sebuah kios di Pasar Keputren namun usahanya tak bertahan lama karena mitra kerja yang tidak jujur.

Saat masih mahasiswa, Setya Novanto mendirikan perusahaan bernama CV Mandar Teguh bersama Hartawan, putra direktur BRI Surabaya. Pada waktu yang sama, ia dipekerjakan oleh dealer Suzuki sebagai salesman mobil untuk wilayah Indonesia Timur. Ia juga bekerja sebagai model dan dianugerahi gelar Most Handsome Man di Surabaya pada tahun 1975.

Biografi Setya Novanto 2

Setelah lulus dari universitas pada tahun 1979, Setya Novanto bekerja untuk PT Anindya Cipta Perdana, sebuah perusahaan distributor pupuk, semen dan bahan bangunan untuk provinsi Nusa Tenggara Timur. Perusahaan itu dimiliki oleh teman sekelasnya semasa SMA, Hayono Isman, yang kemudian menjadi menteri urusan pemuda dan olahraga di bawah Presiden Soeharto. Pertemanan dengan Hayono Isman menjadi awal mula karir Setya di dunia politik.

Dalam kehidupan pribadinya, Setya Novanto menikah dengan Luciana Lily Herliyanti, putri Brigadir Jenderal (Pol.) Sudharsono, yang mana juga menjadi mantan Wakil Kepala Polisi Daerah Jawa Barat. Dari pernikahan ini, ia memiliki dua anak yakni Rheza Herwindo dan Dwina Michaella. Namun hubungan keduanya kandas dan Setya bercerai dengan Luciana Lily. Setelah itu, ia menikahi Deisti Astriani Tagor dan memiliki dua anak Giovanno Farrel Novanto dan Gavriel Putranto.

Perjalanan Karir
Setya Novanto memulai karirnya di bidang politik sebagai kader Kosgoro pada tahun 1974. Ia berteman erat dengan Hayono Isman yang telah mengenal saat keduanya menjadi siswa SMA IX Jakarta. Ia menjadi Anggota Golkar, dan menjadi Anggota Fraksi Partai Golkar berturut-turut 6 periode tanpa putus sejak tahun 1999 sampai sekarang.

Pria berumur 63 tahun ini terpilih dalam pencalonan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat untuk periode 2014-2019 dari Partai Golkar dalam sistem paket dengan Koalisi Merah Putih. Di tanggal 2 Oktober 2014, dia terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI.

Biografi Setya Novanto 3

Pada saat kasus Freeport, Setya Novanto mengundurkan diri ketika Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat akan memutuskan pelanggaran kode etik. Ia pun digantikan oleh Ade Komarudin (Ketua Fraksi Golkar DPR 2014-2019). Namun setelah itu, ia diangkat oleh Aburizal Bakrie sebagai Ketua Fraksi Golkar pengganti Ade.

Ketika kongres Golkar 2016, terjadi kekacauan internal Partai Golkar yang telah terjadi selama 1,5 tahun, Setya Novanto mencalonkan Ketua Umum Golkar. Ada 8 kandidat total Caketum Golkar yang mengikuti Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) ini. Ketika pemungutan suara yang dilakukan secara tertutup itu, Setya Novanto memiliki 277 suara dan Ade Komarudin mendapat suara terbanyak kedua dengan 173 suara.

Sama seperti akan memulai tahap kedua pemungutan suara, yang hanya diikuti 2 caketum pemeroleh suara minimal 30%, Ade mengatakan tidak akan melanjutkan pemilihan dan mendukung Setya Novanto sebagai Ketua baru Golkar. Munaslub akhirnya meresmikan Setya Novanto secara resmi sebagai Ketua DPP Partai Golkar 2016-2019.

“Golkar akan bekerja sama dengan pemerintah dan kami akan mendukung program pemerintah,” kata Setya Novanto setelah terpilih dalam Munaslub Golkar di Nusa Dua, Bali. Munaslub Partai Golkar juga memutuskan bahwa partai yang berlogo pohon beringin keluar dari Koalisi Merah Putih sehingga membatalkan hasil Munas 2014.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 11 =