Profil & Biografi Sandhy Sondoro

Loading...

Sandhy Sondoro yang merupakan penyanyi Indonesia bersuara khas yang memulai karir musiknya di Jerman. Selain menjadi penyanyi ia juga berbakat dalam menciptakan lagu dan bermain gitar. Selama berada di Jerman Sandhy “mengubah” nama belakangnya dari “Soendhoro” menjadi “Sondoro” karena banyak orang mengalami kesulitan dalam mengucapkannya. Sandhy Sondoro terkenal karena memenangkan New Wave Kontes Internasional 2009 untuk Penyanyi Pop Muda, di Jūrmala, Latvia. Berikut profil Sandhy Sondoro yang bisa diketahui.

Biografi Sandhy Sondoro 1

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Profil Sandhy Sondoro
– Kehidupan pribadi
– Perjalanan karir
– Penghargaan yang didapatnya

Kehidupan Pribadi
Sandhy Sondoro lahir di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 12 Desember 1973. Dirinya terlahir dari keluarga yang sangat mencintai musik. Dia putra dari pasangan Rr. Rika Pudjihastuti dan Achmad Fauzan. Sandhy adalah keturunan Melayu, Palembang, Jawa, dan Minangkabau. Ira Maya Sopha, sepupunya yang merupakan seorang penyanyi anak terkenal Indonesia tahun 1970an. Setelah lulus dari SMA di Jakarta, pada usia 18 tahun Sandhy mengunjungi pamannya di California dan tinggal di sana untuk sementara, sebelum berangkat ke Jerman untuk belajar ilmu arsitektur.

Biografi Sandhy Sondoro 2

Menurut Brilio.net, Sandhy menikahi adik Sarah Sechan, yakni Ade Sechan di tahun 2012. Pasangan ini dikaruniai anak yang diberi nama Aeshan Sachiarputra Soendhoro. Namun sayangnya pasangan ini memutuskan bercerai di tahun 2016. Setelah beberapa bulan menjadi duda, saat ini Sandhy dikabarkan sedang menjalin asmara dengan Fathia Amanda Rubyca Afero.

Awal Karir
Di Jerman, ia bergabung dengan sebuah band di kampusnya, tetapi jarang tampil di atas panggung. Kemudian ia memutuskan untuk mencari pekerjaan saat ia tinggal sendirian di sana. Dalam perjalanan kembali ke apartemennya, dia melihat sebuah busker di jalan, dan bertanya apakah dia bisa bergabung dengannya. Busker setuju dan Sandhy meminjam gitar temannya dan mulai bermain di jalan-jalan Biberach an der Riss. Mereka mendapat 50 deutschemarks dalam satu jam dan membagikan uangnya. Mereka bermain tiga kali seminggu sebelum dia memutuskan untuk melakukannya sendiri.

Pada tahun 1998 ia pindah kembali ke Berlin dan mulai bernyanyi sekaligus bermain gitar di bar, klub dan di metros. Lagu terkenalnya “Down on the Streets” terinspirasi oleh pengalaman yang didapat di metros Berlin. Ia juga tampil di bioskop-bioskop ternama seperti House of World Cultures di Berlin, dan di festival musik seperti festival theode museum Bode. Sandhy tampil dalam sebuah konser amal untuk korban gempa dan tsunami Samudra Hindia tahun 2004, “Berlin for Asia.”

Biografi Sandhy Sondoro 3

Dia pernah menjelaskan bahwa nama belakang Sondoro berarti “Suara Emas” dalam bahasa Latin. Pada tanggal 25 April 2008 ia menerbitkan album debutnya Why Dont We, setelah merilis single pertamanya “Down on the Street” tadi. Sandhy berpartisipasi dalam edisi ke-8 New Wave, sebuah “Kontes Internasional untuk Penyanyi Pop Muda” di Jūrmala, Latvia, setelah Brandon Stone, seorang produser musik, menyarankan agar dia ikut dalam kompetisi ini. Sandhy adalah orang Indonesia pertama, juga orang Asia Tenggara pertama yang berpartisipasi. Ajang tersebut merupakan salah satu festival musik Internasional yang tergolong penting di kawasan Eropa Timur.

Sandhy mulai mendapatkan ketenaran di negara asalnya Indonesia setelah video pertunjukannya di New Wave diunggah ke YouTube. Pada tahun 2010, ia diundang oleh Diane Warren untuk tampil di PBS di Palladium Theatre, bersama dengan artis terkenal seperti Cher, Patti Austin, Celine Dion, Toni Braxton, Eric Benet, Fantasia, LeAnn Rimes dan lain-lain. Shandy bergabung bersama Glenn Fredly dan Tompi untuk membuat Trio Lestari, grup yang memiliki karakter suara berbeda nan memukau. Hingga saat ini Sandhy telah merilis sekitar 5 album, yang salah satunya merupakan album kompilasi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =