Profil & Biografi Aristoteles

Loading...

Aristoteles adalah seorang ilmuan serta filusuf besar yang mempunyai pengetahuan yang luas dalam beragam disiplin pengetahuan. Dia memberi peran di bidang pengetahuan fisika, mengenai puisi, ilmu zoologi, ilmu logika, ilmu retorika, ilmu politik, ilmu pemerintahan, ilmu etika, serta pengetahuan biologi. Aristoteles lahir di Stagira pada tahun 384 SM. Ayahnya adalah Nicomachus yang berprofesi sebagai seorang dokter untuk raja Amyntas III.

Biografi Aristoteles

Sejak kecil Aristoteles dididik sebagai aristokrat sampai ia berusia 13 tahun, dan beberapa tahun kemudian meneruskan pendidikannya di Akademia Plato. Ketika itu dia banyak tak sepakat dengan pendapat gurunya itu. Walaupun gurunya juga mengakui kecerdasan dan kepandaian muridnya itu namun mereka tidak pernah sepaham. Pertikaian ini berakhir ketika plato wafat. Bukannya menyerahkan Akademi pada Aristoteles, tetapi dia mengangkat Speussipus. Karena kecewa, Aristoteles pun meninggalkan Akademi itu.
Aristoteles yang sudah belajar dan menjadi pengajar di Akademia selama 20 tahun di Akademia memilih untuk pergi mengembara. Awal pengembaraan Aristoteles menuju Asia bersama rekannya, Xenocrates. Lalu ia meneruskan perjalanannya bersama salah seorang rekannya yang lain, Theophratus menuju kepulauan Lesbos, yang kemudian disana mereka mulai mengadakan Penelitian dan Zoologi.

Biografi Aristoteles 1

Pada tahun 335 SM, ia membangun perguruan tinggi bernama Lyceum di Athena yang dikelolanya selama 12 tahun. Sepanjang di Athena, Aristoteles sangatlah produktif menghasilkan tulisan ilmiah yang sebagian berupa diktat kuliah yang sebenarnya tidak dipublikasikan keluar universitas. Diktat kuliah yang populer yaitu Physics, Metaphysics, Nicomachean Ethics, Politics serta Deanima.

Biografi Aristoteles 2

Salah satu yang menakjubkan saat kita berbicara tentang Karya Aristoteles, yaitu Aristoteles mempunyai setidaknya 47 karya yang masih tetap bertahan sampai saat ini, dari sekurang-kurangnya 170 Buku yang ia hasilkan. Tidak hanya pada jumlah karyanya, ditilik dari luasnya jangkauan pengetahuan serta peradaban sebagai bahan kajian dalam karya-karya Aristoteles. Karya ilmiah Aristoteles waktu itu dapat disebutkan juga sebagai Ensiklopedia Pengetahuan, dimana ia menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, fisiologi serta berbagai bidang yang lain. Beberapa dari karya Aristoteles adalah himpunan pengetahuan yang diperolehnya dari beberapa asisten yang sengaja dibayar untuk mengumpulkan data-data untuknya, dan yang lainnya adalah hasil dari pengamatannya sendiri.

Pemikiran Aristoteles sangatlah punya pengaruh pada pemikiran Barat serta pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Aristoteles tak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif pada logika serta metafisika, tetapi juga dianggap sebagai sumber paling utama dari ilmu dan pengetahuan, atau “the master of those who know”, seperti yang lalu disebutkan oleh Dante Alighieri.

Aristoteles sangat penting untuk pengembangan pengetahuan. Ini dikarenakan dia adalah satu diantara pelopor Ilmu dan pengetahuan yang paling awal. Dia melakukan kategorisasi dari ilmu pengetahuan. Dia juga satu diantara pelopor Pengetahuan alam dengan Natural Philosophy-nya. Dia juga perintis awal pemikiran yang lebih bersifat empirisme berlawanan dengan pemikiran Plato yang Idealis. Memang banyak pemikirannya yang kurang pas seperti “gigi pria lebih banyak dari gigi wanita. ” Namun tetap saja Aristoteles memberi sumbangan besar untuk ilmu dan pengetahuan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =