Profil & Biografi Ibnu Sina

Loading...

Ibnu Sina bernama lengkap Abu ‘Ali al-Husayn bin ‘Abdullah bin Sina. Ibnu Sina lahir pada 980 M di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (lalu Persia). Ia datang dari keluarga bermadzhab Ismailiyah yang telah akrab dengan kajian ilmiah terlebih yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah seorang pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman. Ayahnya, seseorang sarjana terhormat Ismaili, datang dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan Persia).

Biografi Ibnu Sina

Dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara. Walau dengan cara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina mandiri dengan mempunyai kepintaran serta ingatan yang luar biasa, yang mengizinkannya menyusul beberapa gurunya pada umur 14 tahun. Ia dibesarkan di Bukharaja dan belajar falsafah serta ilmu-ilmu agama Islam. Dikalangan orang-orang barat ia di kenal dengan nama “Avicienna”. Selain sebagai pakar kedokteran, Ibnu Sina juga dikenal juga sebagai filosof, psikolog, pujangga, pendidik serta sarjana Muslim yang hebat.

Biografi Ibnu Sina 2

Ibnu Sina dididik di bawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara tetangganya. Dia menghadirkan satu pengecualian sikap intelektual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya /Child prodigy yang sudah menghafal Al-Quran pada umur 5 tahun dan seorang pakar puisi Persia. Dari seorang pedagang sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia mengawali untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh mata pencaharian dari menjaga orang sakit serta mengajar anak muda.

Sekitar tahun 366 sampai 387 hijriyah ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia serta India. Teks Yunani dari zaman Plato, selanjutnya hingga zaman Aristoteles secara intensif banyak ditranslate serta dikembangkan lebih maju oleh beberapa ilmuwan Islam.

Biografi Ibnu Sina 1

Ilmu pengetahuan lain seperti studi mengenai Al-Quran serta Hadist berkembang dengan perkembangan situasi perubahan ilmiah. Ilmu lainnya seperti pengetahuan filsafat, Ilmu Fikih, Ilmu Kalam sangat berkembang dengan cepat. Pada saat itu Al-Razi dan Al-Farabi menyumbangkan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu pengobatan serta ilmu filsafat.

Pada saat itu Ibnu Sina mempunyai akses untuk belajar di perpustakaan besar di lokasi Balkh, Khwarezmia, Gorgan, Kota Ray, Kota Isfahan serta Hamedan. Selain sarana perpustakaan besar yang mempunyai banyak koleksi buku, pada saat itu hidup juga sebagian ilmuwan muslim seperti Abu Raihan Al-Biruni seorang astronom populer, Aruzi Samarqandi, Abu Nashr Mansur seorang matematikawan populer dan sangat cermat, Abu al-Khayr Khammar seorang fisikawan serta ilmuwan populer yang lain.

Sekalipun ia hidup dalam waktu penuh kegoncangan serta sering sibuk dengan masalah negara, ia menulis lebih kurang dua ratus lima puluh karya. Salah satunya karya yang paling masyhur yaitu “Qanun” yang merupakan rangkuman penyembuhan Islam serta diajarkan sampai saat ini di Timur. Buku ini dterjemahkan ke bahasa Latinserta diajarkan berabad-abad lamanya di Universitas Barat. Karya keduanya yaitu ensiklopedinya yang monumental “Kitab As-Syifa”. Karya ini adalah titik puncak filsafat paripatetik dalam Islam.

Di akhir hayatnya beliau sudah memberikan kontribusi yang demikian banyak untuk umat dalam berbagai bidang. Beliau meninggal pada bulan Juni 1037. Jasa-jasa beliau membuat dunia kedokteran menjadi maju serta dapat menyediakan kesehatan yang layak untuk dunia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 10 =