Profil & Biografi Max Weber

Loading...

Max Weber yang bernama lengkap Maxilian Carl Emil Weber lahir pada tanggal 21 April 1864 di Erfurt, Thuringen, Jerman. Ia adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dari pasangan Sir Max Weber, seorang politikus kaya dan terkemuka dari Partai Liberal Nasional di Jerman, serta ibunya seorang protestan serta Calvinis yang bernama Helene Fallenstein.

Biografi Max Weber 1

Pada tahun 1882, Weber mendaftarkan dirinya di Universitas Heidelberg sebagai mahasiswa hokum. Diluar itu, ia juga mempelajari bidang ekonomi serta mempelajari sejarah abad pertengahan dan teologi. Akan tetapi studinya harus terganggu dengan wajib militer yang dia kerjakan selama satu tahun. Dalam wajib militer, Weber menjalin hubungan yang erat dengan paman serta bibinya di Strasbourg.

Tahun 1884, Weber kembali kerumah orang tuanya untuk belajar di Universitas Berlin. Pada tahun 1886 ia menyelesaikan kuliahnyadan menjadi dosen di Universitas Berlin. Kemudian pada tahun 1889 dia menerima gelar doktor hukum dengan menulis disertasi doktor mengenai sejarah hukum yang berjudul The History of Medieval Bussiness Organization. Kemudian dia mengajar di Universitas Berlin walaupun dia masih bekerja sebagai pengacara. Weber menikah dengan Marianne Schnitzer pada tahun 1893.

Biografi Max Weber

Selain menulis buku serta menjadi dosen, Weber juga membantu mendirikan German Sociological Society di tahun 1910, konsultan dan peneliti. Rumahnya dijadikan pertemuan pakar berbagai cabang ilmu seperti Georg Simmel, Alfred maupun Georg Lukacs.

Weber hidup di masa perkembangan kapitalisme modern, saat kapitalisme sudah berkembang jauh serta menunjukkan eksistensi bentuk serta pola produksi yang sudah berubah dengan bentuk awal yang diperhatikan Karl Marx.

Biografi Max Weber 2

Tulisan-tulisan metodologis dari Weber, dalam The Protestant Ethic (1958), menuturkan permasalahan kebenaran serta interpretasi sejarah baik yang materialistis ataupun yang idealistis sebagai pola-pola teoritis yang menyeluruh. Namun demikian, metodologi Weber harus diletakkan didalam kerangka pertentangan yang tengah berlangsung tentang jalinan pada ilmu pengetahuan alam serta ilmu pengetahuan tentang manusia atau sosial. Ruang lingkup tindakan manusia dikatakan juga sebagai satu ruang lingkup di mana metode-metode pengetahuan alam tidak berlaku, hingga dalam ruang lingkup itu harus dipakai prosedur-prosedur intuisi, yang tidak eksak dan persis.

Weber berpendapat bahwa studi kehidupan sosial yang mempelajari pranata serta susunan sosial dari luar saja, seolah-olah tak ada inside-storynya dan mengesampingkan pengarahan diri oleh individu, tidak menjangkau unsur paling utama dari kehidupan sosial itu. Sosiologi sendiri sebaiknya berupaya menuturkan serta menerangkan tingkah laku manusia dengan menyelami serta mengerti semua makna sistem subyektif.

Beberapa pemikiran yang telah dikeluarkan Weber salah satunya berkenaan dengan cara verstehen Weber, teori makro-sosiologi yang utuh, pesimisme sosiologi Weber. Selain itu Weber juga mengeluarkan Teori Rasionalitas Perubahan Sosial Max Weber pada tahun 1864 hingga 1920. Teori itu meliputi Traditional Rationality, Value Oriented Rationality, Affective Rationality, Purpossive Rationality.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 4 =