Profil & Biografi Ibnu Khaldun

Loading...

Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan. Mungkin Anda bingung dengan nama yang sangat panjang tersebut. Tetapi, bagaimana dengan nama Ibnu Khaldun? Satu kalimat panjang tadi merupakan nama dari seorang cendikiawan yang sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Beliau merupakan seorang sejarawan muslim dari dan lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H atau 27 Mei 1332 pada kalender Masehi.

Biografi Ibnu Khaldun

Sejak kecil, keturunan dari sahabat Rasulullah saw. yang bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah ini sudah hafal surat-surat yang ada di Al-Qur’an. Pengajaran ini didapatkannya langsung dari sang ayah. Kemudian beliau mempelajari ilmu tata bahasa, syair, dan setelah itu beliau mempelajari tentang ilmu hukum. Selain dari sang ayah, Ibnu Khaldun juga amat antusias mempelajari beberapa bagian seperti tafsir, hadits, usul fiqih, tauhid, fiqih madzhab Maliki, fisika dan matematika.

Masa menuntut ilmu dijalani beliau selama kurang lebih 18 tahun. Terhitung sejak kelahirannya pada 1332 hingga 1350. Setelah matang dengan ilmu-ilmu yang beliau pelajari, pada usia 18 tahun Ibnu Khaldun mulai memasuki dunia politik. Ketika memasuki usia remaja, ia membuat tulisan-tulisan yang akhirnya menyebar ke berbagai dareah mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran yang dibuatnya terlahir karena studi yang dilakukannya sangat dalam, selain itu ia juga melakukan pengamatan dengan hidup bersama masyarakat.

Biografi Ibnu Khaldun 2

Ibnu Khaldun juga dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya.

Selain sebagai sejarawan dan sosiolog, Ibnu Khaldun dikenal pula sebagai perintis pendidikan modern. Pemilik gelar ‘the Polymath’ yang artinya penghimpun berbagai bidang pengetahuan ini sangat percaya pada kekuatan akal. Menurutnya, kekuatan fisik hanya membuat seseorang malas, munafik, dan suka berbohong. Ibnu Khaldun hidup pada saat mesir tengah mengalami kemerosotan moral dan pendidikan. Hal tersebut membuat Ibnu Khaldun menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan data dan mengingatkan orang-orang tentang pentingnya peradaban. Di kemudian hari, pemikiran dan analisa Ibnu Khaldun sangat bagi perkembangan dunia politik, sosial, sejarah, filosofi, dan pendidikan.

Biografi Ibnu Khaldun 1

Sang ulama multidisipliner ini pernah menduduki jabatan penting di Fes, Granada, dan Afrika Utara. Selain itu juga ia pernah menjadi guru besar di Universitas al-Azhar dan melahirkan karya-karya yang monumental hingga saat ini. Hingga ia pun mendapatkan gelar al-‘Allamah yang artinya Mahaguru. Ini merupakan cikal bakal beliau menjajakan kaki di dunia politik.

Memang tidak akan ada habisnya jika kita membahas seorang cendikiawan, sejarawan yang memiliki banyak sekali ilmu pengetahuan ini. Yang perlu kita ingat yaitu ada tiga periode dalam perjalan hidup beliau. Periode itu sendiri meliputi periode menuntut ilmu, periode berpolitik, dan periode mengajarnya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 3 =