Profil & Biografi Sunan Ampel

Loading...

Mendengar nama Sayyid Muhammad ‘Ali Rahmatullah tentu sangat asing sekali di telinga Anda. Namun, jika mendengar nama Sunan Ampel mungkin akan lebih familiar di telinga Anda. Ya, nama tersebut merupakan nama kecil dari Sunan Ampel, sedangkan nama aslinya sendiri yaitu Raden Rahmat. Gelar ‘Sunan Ampel’ ia dapati ketika ia berhijrah ke Jawa Timur.

Sunan Ampel dilahirkan di Champa pada tahun 1401 Masehi. Tempat kelahirannya masih menjadi perdebatan di sana-sini. Namun, berdasarkan prasasti yang ditemukan, Champa merupakan suatu daerah yang berada di Malaka atau kerajaan Jawa. Ayahnya bernama Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi dan dikenal sebagai Sunan Gresik. Sedangkan ibunya sendiri bernama Dewi Chandrawulan, yang merupakan saudara kandung dari Putri Dwarawati Murdiningrum.

Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama adiknya yaitu Sayid Ali Murtadho. Namun, mereka singgah dulu di Palembang selama tiga tahun. Setelah itu, mereka berlabuh ke daerah Gresik kemudian ke Majapahit menemui bibinya yang bernama Dwarawati, yang dipersunting oleh Prabu Sri Kertawijaya.

Biografi Sunan Ampel

Sunan Ampel pun menikah dengan Nyai Ageng Manila yang merupakan seorang putri dari adipati di Tuban yang bernama Arya Teja. Pernikahannya pun dikaruniai 4 orang anak termasuk diantaranya Sunan Bonang dan Sunan Drajat.

Pada tahun 1479, Sunan Ampel mendirikan Mesjid Agung Demak. Dan yang menjadi penerus untuk melanjutkan perjuangan dakwah beliau di Kota Demak adalah Raden Zainal Abidin yang dikenal dengan Sunan Demak, beliau merupakan putra beliau dari istri dewi Karimah.Sehingga Putra Raden Zainal Abidin yang terakhir tercatat menjadi Imam Masjid Agung tersebut yang bernama Raden Zakaria (Pangeran Sotopuro).

Sebagai anggota dari wali songo, Sunan Ampel terus melakukan dakwah mengenai Islam. Salah satu dakwahnya dilakukan dengan cara membangu sebuah pesantren di Ampel Denta. Awal mula beliau merangkul masyarakat sekitarnya untuk ikut dalam pesantren tersebut. Kemudian, ada pertengahan abad ke-15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura.

Sunan Ampel dikenal sebagai orang yang alim dan berilmu tinggi tentang agama Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya.

Sunan Ampel Wafat di Surabaya, tahun 1425 M. Makamnya terletak di daerah Ampel Denta, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + four =