Profil & Biografi Muhammad Quraish Shihab

Loading...

Muhammad Quraish Shihab merupakan seorang cendekiawan muslim dalam ilmu Al Qur’an dan merupakan seorang mantan menteri agama dalam kabinet pembangunan VII pada tahun 1998. Ia lahir pada tanggal 16 Februari 1944 di Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Ia adalah seorang yang sangat terkenal akan pola pikir yang dimilikinya. Selain itu, ia adalah keturunan dari Bugis dan Arab Quraisy.

Biografi Muhammad Quraish Shihab

Shihab adalah putra dari seorang ulama yang bernama Prof. Abdurrahman Shihab. Dimana ayahnya sangat terkenal akan perusahaannya dan sebagai ulama maupun politikus yang mempunyai reputasi sangat baik. Sebagai putra dari guru besar, ia mendapatkan motivasi dan keinginan yang tinggi untuk bisa menjadi seperti ayahnya. Sejak Shihab kecil, ayahnya sudah mengajarkan ilmu-ilmu agama dengan sehingga membuatnya sangat menyukai pelajaran yang berkaitan tentang agama dan Al Qur’an. Ia melakukan aktivitas rutin bersama ayahnya yaitu mengikuti pengajian, membaca Al Qur’an serta mendengarkan kisah yang diceritakan di dalam Al Qur’an.

Biografi Muhammad Quraish Shihab 2

Ia mengawali pendidikan sekolahnya di salah satu SD yang ada di Makasar, setelah menyelesaikan pendidikannya, ia dikirim untuk menjadi santri di kota Malang yang bernama Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyah. Karena kepandaian dan ketekunannya dalam belajar bahasa Arab membuatnya mahir dalam menggunakan bahasa Arab hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Berkat bakat dan kemampuannya membuat Shihab berhasil menerima beasiswa di kelas dua I’dadiyah Al Azhar. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolahnya disana, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar pada Fakultas Ushuluddin dengan mengambil jurusan Tafsir dan Hadits. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia disuruh ayahnya pulang ke kampung halamannya untuk menjadi rektor dan membantu ayahnya dalam mengelola pendidikan di IAIN Alauddin.

Biografi Muhammad Quraish Shihab 1

Setelah pulang, Shihab resmi menjabat sebagai rektor dan membantu ayahnya untuk menjalankan tugas pokok. Walaupun ia disibukkan dengan banyaknya tugas di kantor ayahnya, ia tetap menyempatkan diri untuk melakukan penelitian mengenai Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia dan Masalah Wakaf Sulawesi Selatan. Untuk dapat memenuhi keinginanya, Shihab kemudian kembali melanjutkan pendidikannya di Al-Azhar Kairo dengan mengambil jurusan studi tafsir Al-Qur’an.

Setelah menyelsaikan pendidikannya, ia kemudian ditugaskan ke Fakultas Ushuluddin di IAIN Jakarta. Di universitas ini, ia aktif mengajar dan seorang ulum. Disini ia menduduki dua jabatan sekaligus yaitu sebagai dosen sekaligus rektor di universitas itu. Setelah beberapa lama kemudian, ia dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Agama dan kemudian diangkat sebagai Duta Besar Luar Negeri, serta memiliki kuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Republik Arab Mesir.

Disamping dengan kesibukan yang dilakukannya, ia juga terkenal akan tulisan yang dibuatnya dan merupakan penceramah yang handal. Ia bukanlah orang satu-satunya yang merupakan ahli dalam agama dan pengetahuan Al Qur’an, namun berkat bakatnya yang bisa menyampaikan pesan di dalam Al Qur’an membuatnya lebih unggul sampai saat ini.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − four =