Profil & Biografi Saddam Husein

Loading...

Saddam Hussein Abd al-Majid al-Tikriti atau Saddam Husein adalah seorang presiden dan diktator Irak dalam periode 16 Juli 1979 sampai dengan 9 April 2003. Ia lahir pada tanggal 28 April 1937 di Al-Awja, Irak. Dalam bahasa Arab nama Saddam berarti orang yang keras kepala dan seorang yang menantang sedangkan Hussein adalah nama kecil ayahnya, Abd al-Majid merupakan nama dari kakeknya, serta at-Tikriti yang memiliki arti bahwa ia dibesarkan dan dilahirkan dekat kota Tikrit.

Biografi Saddam Husein 2

Saddam lahir dari keluarga penggembala, ibunya bernama Subha Tulfah al-Mussallat dan ayahnya bernama Hussein ‘Abd al-Majid yang menghilang saat enam bulan sebelum Saddam dilahirkan. Beberapa lama setelah ayah Saddam menghilang, kakak Saddam meninggal dunia akibat terserang penyakit kanker. Karena hal inilah yang membuat ibu Saddam mengalami depresi yang sangat hebat dan beberapa kali mencoba untuk menggugurkan kandungannya yaitu Sadaam. Namun hal itu tidak berhasil, Saddam berhasil diselamatkan dan dikirim ke keluarga paman ibunya yang bernama Khairallah Talfah sampai ia berusia tiga tahun.

Biografi Saddam Husein

Sejak kecil, ia sering keluar rumah dan membekali dirinya dengan sejata sebagai bentuk alat bela diri karena ia sering berkelahi dengan teman sebayanya. Di usianya yang ke 17 tahun, ia membunuh salah satu saingan pamannya sehingga membuatnya di penjara selama 6 bulan. Pada usianya yang ke 19 tahun, Saddam berkomplot agar dapat menumbangkan monarki yang saat itu sedang berkuasa. Ketika usianya memasuki 21 tahun, ia melakukan percobaan untuk membunuh dengan cara mnembak perdana menteri yang ada di Irak.

Biografi Saddam Husein 1

Pada usianya yang ke 20 tahun, ia terjun dalam dunia politik dan bergabung bersama Partai Baath. Disana, ia memainkan berbagai macam peran yang sangat penting dalam kudeta yang dilakukan oleh partai Baath. Setelah itu, ia kemudian diangkat menjadi wakil dari Hasan Al Bakr. Setelah beberapa lama kemudian ia berhasil menyingkirkan Hasan dan merebut posisi sebagai pemimpin partai dan presiden. Saat menjadi pemimpin, ia melakukan pembersihan besar-besaran atas siapapun yang menentang dirinya.

Saat menjadi pemimpin, ia yang dibantu oleh Amerika Serikat dan negara barat lainnya melakukan perlawanan terhadap beberapa negara, salah satunya adalah negara Iran yang berakhir atas kekalahan pada kubunya. Setelah mengalami kegagalan, ia kemudian dikhianati oleh sekutunya yaitu AS, saat menyerang Kuwait dengan tujuan agar bisa menguasai ladang minyak yang ada di negeri itu. Kelemahan atas pasukannya ini dimanfaatkan sebagian bangsa Irak untuk dapat memberontak. Atas pemberontakannya itu, ia kembali berseku ke AS untuk dapat melawan Irak.

AS kemudian membuat gerakan internasional untuk melawan Irak, yang memberikan embargo atas penderitaan masyarakat miskin. Setelah belasan tahun menderita, rakyat Irak mengalami kesulitan yang baru lagi karena alasan untuk dapat menggulingkan Saddam dari pemerintahannya. Setelah Saddam berhasil digulingkan. Ia kemudian meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 2006.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + 18 =