Profil & Biografi Caroline Herschel

Loading...

Caroline Herschel atau Caroliner Lucretia Herschel lahir pada tanggal 19 maret 1750 di Hanover, Electorate of Hanover, HRE. Ia adalah salah satu astronom asal Jerman dan merupakan adik dari astronomi yang bernama Sir William Herschel. Selain dirinya, kakaknya juga terkenal sebagai astronom dan seorang komponis yang lahir di Jerman dan terkenal akan keberhasilannya menemukan Planet Uranus. Jika kakaknya berhasil menemukan tentang Planet Uranus maka dirinya dikenal sebagai penemu komet.

Biografi Caroline Herschel 2

 

 

Sejak kecil, Caroline lahir dari keluarga yang berprofesi sebagai seniman yang tinggal di negara Jerman. Ia hidup sebagai anak yang pintar dan tidak mudah menyerah dalam berbagai ilmu pengetahuan yang dipelajarinya dab tidak berbeda dengan kakaknya. Sehingga pada tahun 1772 Caroline membuat keputusan untuk pindah ke Inggris menemui kakaknya agar bisa belajar tentang ilmu matematika dan astronomi. William sebagai kakaknya, mengajari Caroline semua ilmu yang ia ketahui mengenai astronomi dan matematika. Caroline menangkap semua pelajaran yang diajarkan oleh kakaknya dengan sangat cepat sehingga membuatnya menjadi asisten pribadi William.

Biografi Caroline Herschel

Selain terkenal karena keberhasilannya menemukan komet, ia juga terkenal akan temuannya mengenai radiasi inframerah yang sampai saat ini masih digunakan. Jenis komet yang ditemukannya ini adalah jenis komet 35P periodik/Herschel-Rigollet. Penemuannya inilah yang kemudian membuat Caroline menjadi perempuan pertama yang dapat menyandang gelar asisten tetap dari seorang astronom handal pada tahun 1787. Walaupun sebagai asisten, ia sangat mengetahui dan menguasai ilmu astronomi dengan hanya diajarkan oleh kakaknya dan pengetahuan otodidak yang diperolehnya.

Biografi Caroline Herschel 1

Dalam penemuan komet 35P periodik/Herschel-Rigollet, ia berkalaborasi dengan William. Namun pada suatu hari ia berhasil menemukan komet baru di luar angkasa dan kemudian mendapatkan penghargaan Gold Medali dalam ajang Royal Astronomical Society. Kesuksesan yang berhasil diraihnya ini membuatnya menjadi semakin terkenal dan mampu menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan juga bisa menguasai ilmu sains. Komet yang ia temukan ini membutuhkan waktu sebesar 155 tahun untuk dapat mengorbit matahari.

Atas jasa yang sudah ia sumbangkan ke dalam ilmu pengetahuan membuat Caroline mendapatkan beberapa penghargaan seperti mendapatkan Gold Medal yang berasal dari Royal Astronomical Society pada tahun 1828, serta diberi nama kehormatan Royal Astronomical Society pada tahun 1835. Selain itu, ia juga mendapatkan medali emas dari The King of Prussia atas ilmu Sains yang dimilikinya dan diberi kesempatan menjadi astronom terkemuka di Eropa. Caroline kemudian meninggal dunia pada tanggal 9 Januari 1848 di Hannover, Jerman.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =