Profil & Biografi Edward Jenner

Loading...

Edward Jenner adalah salah satu dokter yang berasal dari Inggris dan juga merupakan seorang ilmuwan dari Berkeley yang terkenal sebagai pelopor vaksin cacar dan vaksin pertama di dunia. Edward disebut juga sebagai Bapak Imunologi yang karyanya sudah banyak menyelamatkan orang-orang penderita penyakit ini di seluruh dunia. Edward lahir pada tanggal 17 Mei 1749 di Berkeley, Gloucestershire. Edward menikah dengan Catherine Kingscote pada bulan Maret 1788 dan memperoleh 2 orang anak dari pernikahannya itu.

Biografi Edward Jenner 1

Ia adalah anak ke delapan dari sembilan bersaudara dan memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai pendeta bernama Stephen Jenner. Karena profesi yang dimiliki oleh ayahnya inilah, ia bisa menerima pendidikan dasar yang sangat kuat. Ia mengenyam pendidikan sekolah pertama kali di Wotton-Under-Edge dan Cirencester. Saat ia berusia 14 tahun, Edward magang di Mr Daniel Ludlow yang merupakan seorang ahli bedah dari Chipping Sodbury selama tujuh tahun.

Biografi Edward Jenner

Saat berada disana, ia mendapatkan berbagai pengalaman agar bisa menjadi seorang ahli bedah. Setelah menyelesaikan magang di Mr Daniel Ludlow ia melanjutkan magang di Rumah sakit st george pada tahun 1770. Setelah beberapa tahun kemudian, ia kembali ke desa asalnya dan menjadi seorang dokter dari keluarga sukses di Berkeley. Bersama dengan para rekannya, ia kemudian membentuk Fleece Medical Society atau disebut juga dengan nama Gloucestershire Medical Society.

Dalam kelompok itulah, ia kemudian menyumbang makalah mengenai beberapa penyakit, diantaranya seperti ophthalmia, penyakit katup jantung, angina pectori, dan mengenai cacar sapi. Selain itu, ia juga terkenal akan penelitiannya mengenai kehidupan burung cuckoo. Beberapa peneliti juga melakukan penelitian terhadap cacar sapi, namun hanya ada beberapa peneliti saja yang berhasil menguji vaksin cacar sapi pada manusia.

Biografi Edward Jenner 2

Pada tanggal 14 Mei 1796, ia melakukan pengujian terhadap hipotesis dengan menyuntik James Phipps yang merupakan seorang anak berumur delapan tahun dan merupakan anak seorang tukang kebun. Dalam percobaannya ini, anak itu diberikan nanah dari cacar sapi yang diambil dari tanah Sarah Jenner pada kedua lengannya. Setelah disuntikkan, anak itu mengalami demam namun tidak terinfeksi. Setelah itu, Edward menyuntikkan phipps dengan bahan variolous yang merupakan metode rutin imunisasi saat itu.

Setelah penelitian itu, ia terus melakukan penelitian dan melaporkan hasil penelitiannya itu ke Royal Society dan mempublikasikan temuannya itu melalui sebuah buku yang berjudul An Inquiry Into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae yang diterbitkan secara pribadi pada tahun 1798. Namun, setelah beberapa lama kemudian, ia ditemukan dalam keadaan menderita penyakit ayan tepan pada tanggal 25 Januari 1823 dengan sisi kanan lumpuh, dan meninggal pada tanggal 26 Januari 1823.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − fifteen =