Profil & Biografi Imam Bukhari

Loading...

Imam Bukhari mempunyai nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al Mughirah bin bardizbah al Ju’fi al-bukhari ini merupakan seorang ahli hadist yang sangat mahsyur di antara para ahli hadist lainnya dari dulu hingga saat ini bersama dengan Imam Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud bahkan dalam kitab hadist dan fiqih. Sebagian orang menjulukkinya sebagai Amirul Mukminin fil Hadits yang artinya adalah pemimpin dari kaum mukmin.

Biografi Imam Bukhari 1

Ayahnya bernama Ismail bin Ibrahim memberikan nama Muhammad dengan dirinya. Imam dilahirkan pada tanggal 13 Syawal 194 H atau pada tanggal 21 Juli 810 M di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah yang sangat terkenal sebagai Al-Bukhari. Namun, tidak lama kemudian ia kehilangan penglihatannya.

Ia dididik dan dibesarkan oleh keluarga ulama yang sangat taat beragama, hal ini tertulis di dalam kitab Ats-Tsiqat yang membahas mengenai ayahnya yang sangat dikenal sebagai orang wara yang berarti berhati hati terhadap hal yang bersifat Syubhat. Ayahnya adalah seorang ulama dan merupakan seorang murid dari Imam Malik yang merupakan ulama besar dan ahli fikih. Namun, ayahnya meninggal dunia ketika Imam masih sangat kecil.

New Delhi: Shahi Imam of Delhi's Jama Masjid Maulana Syed Ahmed Bukhari addresses a press conference at the mosque in New Delhi on Friday. PTI Photo by Atul Yadav (PTI4_4_2014_000145A)

Imam kemudian memutuskan untuk memperdalam pelajaran agama bersama Syekh Ad-Dakhili yang merupakan gurunya dan seorang ulama ahli hadits yang sangat mahsyur di Bukhara. Saat ia berusia 16 tahun, Imam dan keluarga pergi ke Mekkah dan Madinah dan ikut dalam kajian para guru besar hadits disana. eStelah cukup mengetahui dan mendalami tentang beberapa ilmu agama, ia menerbitkan kitab pertamanya yang diberi judul Kazaya Shahabah wa Tabi’in.

Ia bersama guru besarnya Syekh Ishaq menghimpun beberapa hadist shahih menjadi satu kitab, dimana dari satu juta hadits disaring menjadi 7275 hadits. Imam mempunyai kelebihan daya hafal yang tinggi sebagaimana diakui oleh kakaknya bernama Rasyid bin Ismail. Imam rela menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk dapat mengunjungi berbagai kota dan menemui para perawi hadist serta mengumpulkan dan menyeleksi hadist. Namun, tidak semua hadist yang ia ketahui itu dihafalkannya.

Biografi Imam Bukhari 2

Dalam meneliti dan menyeleksi sebuah hadist, ia berdiskusi bersama para perawi dan mengeluarkan beberapa kritik yang dilontarkannya kepada para perawi dengan cara halus namun tajam. Banyak para perawi dan ulama yang ia temui sehingga membuatnya mencatat jati dirinya dan bersikap lebih teliti dan lebih akurat. Disela-sela kesibukannya sebagai seorang ulama dan merupakan pakar hadits, ia juga sangat terkenal sebagai ulama ahli fiqih, bahkan ia tidak melupakan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah.

Kebesaran akan pengetahuan yang ia miliki membuatnya sangat dikagumi. Setiap kali kedatangannya disambut hangat oleh para masyarakat. Imam Bukhari meninggal dunia pada tanggal 31 Agustus 870 SM saat malam Idul Fitri dan dimakamkan setelah sholat Dzuhur saat hari raya Idul Fitri.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − two =