Profil & Biografi Otto Hahn

Loading...

Otto Hahn merupakan seorang ahli kimia dan merupakan pelopor dalam bidang radioaktiv dan radiokimia yang membuatnya bisa meraih hadiah nobel dalam penemuan nuklir. Otto sangat dikenal sebagai bapak kimia nuklir, serta seorang penemu pembelahan inti pada tahun 1938, mesothorium, penemu radioactinium, doktor, protakkctinium, guru besar, bahkan seorang pengarang. Otto bersama dengan Frietz mendapatkan hadiah nobel atas penemuan kimianya pada tahun 1944.

Biografi Otto Hahn 1

Otto lahir pada tanggal 8 Maret 1878 di Frankfurt am Main, Hesse Nassau, Prusian, Kekaisaran Jerman yang merupakan anak bungsu dari ayahnya bernama Heinrich Hahn yang merupakan seorang tukang kaca dan pengusaha sukses, serta ibunya yang bernama Charlotte Hahn. Ia dibesarkan di lingkungan yang terlindungi. Saat ia berusia 15 tahun, Otto sudah sangat menyukai ilmu pengetahuan kimia dan mulai melakukan percobaan sederhana terhadap ruang cuci di keluarganya. Namun, keinginannya itu ditentang oleh ayahnya. Ayahnya menginginkan Otto untuk belajar arsitektur.

Biografi Otto Hahn

Otto mulai mengenyam pendidikan kimia dan mineralogi pada tahun 1897 di University of Marburg. Ia kemudian bergabung di sebuah himpunan Mahasiswa ilmu Pengetahuan Alam dan kedokteran. Saat disana, ia adalah mahasiswa yang sangat cerdas dan menerima gelar doktor di Marburg pada tahun 1901 yang disertasi dengan judul On Brom turunan isoeugenol mengenai topik kimia organik klasik. Setelah menyelesaikan dinasnya, ia kemudian kembali ke University of Marburg dan bekerja sebagai asisten pengawas doktor.

Setelah tiga tahun menerima gelar doktor, ia memutuskan untuk pindah ke Inggris dengan tujuan agar bisa belajar bahasa Inggris. Saat disana, Otto bekerja di Universitas College. Saat di Universitas ini, ia bertemu dengan Sir William Ramsay yang merupakan ahli dalam kimia Skotlandia dan merupakan penemu dari Neon, Helium, Xenon, Radon, dan Argonkripton. Disana, Otto diberikan tugas untuk dapat memurnikan penyiapan radium kasar. Satu tahun setelah itu, Otto berhasil menemukan zat radio aktif yang ia beri nama Radiothorium.

Biografi Otto Hahn 2

Pada tahun 1930, ahli fisika Italia yang bernama Enriko Fermi mengebom Uraniun yang merupakan unsur alam paling berat. Dalam pengeboman ini mampu menghasilkan zat radioaktif, namun ia sendiri tidak tahu akan nama dari unsur itu sendiri. Enriko mengira kalau unsur itu adalah unsur buatan yang mirip dengan Uranium. Otto sangat tertarik mengenai penelitian yang dilakukan oleh Enriko. Ia bersama Enriko kemudian melakukan penelitian selama 4 tahun yang dibantu oleh Miss Meitner dan Strassmann.

Mereka mengebom uranium dan menghasilkan barium yang mempunyai bobot Uranium. Penemuan ini diumumkan di majalah namun belum dikatakan kalau itu adalah pembelahan inti karena takut ditertawakan. Pada tahun 1938, pembelahan inti itu ditemukan. Lise mendengar hasil karya dari Otto dan Meitner dan menjelaskan bahwa penemuannya itu adalah fisi nuklir. Hal inilah yang membuat Amerika melakukan penelitian terhadap hasil karyanya itu yang berujung dengan keberhasilan dalam membuat bom atom pertama di dunia. Otto meningga dunia pada tanggal 28 Juli 1968 di Gottingen, Jerman.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + one =