Profil & Biografi B.J Habibie

Loading...

Mungkin semua masyarakat Indonesia telah mengetahui bahwa tak ada kisah cinta yang lebih romantis dari jajaran Presiden Indonesia selain pasangan B.J Habibie dan Ainun Habibie. Bahkan kehidupan pasangan ini telah di dokumentasikan dalam sebuah buku dan film yang di rilis pada tahun 2012 silam. Selain di cap sebagai suami idaman, B.J Habibie juga disebut sebagai si ahli pesawat terbang dari Indonesia.

Biografi B.J Habibie 1

Prof. Dr (HC). Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya berprofesi sebagai ahli pertanian, sedangkan ibunya berprofesi sebagai spesialis mata di Yogyakarta. Kemudian, B.J Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962 dan telah di karuniai dua orang putra yang bernama Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Dalam bidang pendidikan, B.J Habibie pernah meraih ilmu di SMAK Dago yang diteruskan ke Universitas Indonesia Bandung (sekarang ITB) dalam jurusan teknik mesin pada tahun 1954. Di tahun 1955 hingga 1965, B.J Habibie melanjutkan studinya di RWTH Aachen, Jerman Barat dan mengambil jurusan teknik penerbangan, spesialis kontruksi pesawat terbang. Beliau pun lulus pada tahun 1960 dengan menerima gelar diplom ingenieur dan gelar doktor ingenieur di tahun 195 atas predikat summa cumlaude.

Biografi B.J Habibie 2

Selanjutnya, B.J Habibie pernah mencicipi kerja di Messerchmitt-Bolkow-Blohm, Jerman yaitu sebuah perusahaan penerbangan. Berkat kerjanya yang giat, ia sanggup mencapai puncak karir sebagai wakil presiden bidang teknologi. Namun tahun 1973, B.J Habibie pun kembali ke Indonesia atas permintaan Soeharto, Presiden Republik Indonesia saat itu.

Kemudian, B.J Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 hingga Maret 1998. Sebelum akhirnya menjawab sebagai Presiden pada periode 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, B.J Habibie merupakan wakil presiden dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah naungan Presiden Soeharto. Lalu, ia di angkat menjadi ketua umum ICMI pada masa jabatannya sebagai menteri.

Biografi B.J Habibie 3

Pada awal masa kepresidenan, B.J Habibie harus mewarisi kondisi keadaan negara yang kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orba. Hal yang terjadi menimbulkan banyaknya kerusuhan dan disentegrasi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Setelah memperoleh kekusaaan sebagai Presiden, B.J Habibie harus mengemban tugas penting karena mesti mengembalikan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan negara-negara donor sebagai program pemulihan ekonomi.

Meskipun era pemerintahan B.J Habibie yang singkat, ia berhasil memberikan landasan yang kokoh bagi Indonesia. Pada masanya, lahirlah UU Anti Monopoli atau UU Persaingan sehat

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =