Profil & Biografi Nawawi al-Bantani

Loading...

Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani ialah seorang ulama asal Indonesia bertaraf internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. Ia juga seorang intelektual yang sangat produktif menulis kitab, dengan jumlah karyanya sebanyak 115 kitab yang meliputi bidang ilmu tauhid, tasawuf, tafsir, fiqih, dan hadist. Sosoknya yang berjasa ini tentunya menjadi idola bagi masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo yang sangat mengidolakan imam besar ini.

Biografi Nawawi al-Bantani 1

Biografi
Syekh Nawawi lahir pada tahun 1813 Masehi dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di Kabupaten Serang, Banten, dengan nama Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi al-Bantani. Ia merupakan putra sulung dari tujuh bersaudara yakni Ahmad Syihabuddin, Abdullah, Tamim, Said, Sariyah, dan Tsaqilah.

Syekh Nawawi juga merupakan generasi ke-12 dari Sultan Maulana Hasanuddin, seorang raja pertama Banten, seorang putra dari Sunan Gunung Jati, Cirebon. Nasabnya melewati jalur Kesultanan Banten itu hingga kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kehidupan pribadinya, Syekh Nawawi menikahi seorang gadis asal Tanara, Serang, yang bernama Nyai Nasimah dan dikaruniai 3 orang anak yaitu Nafisah, Maryam, Rubi’ah.

Biografi Nawawi al-Bantani 2

Pendidikan
Sejak berusia 5 tahun, Syekh Nawawi sudah mulai belajar ilmu Agama Islam langsung dari sang ayah. Bersama saudara-saudara kandungnya, Syekh Nawawi kian mempelajari tentang pengetahuan dasar bahasa Arab, tauhid, fiqih, Al Quran, dan tafsir. Ketika berusia 8 tahun, Syekh Nawawi dan dua adiknya, Tamim da Ahmad, berguru kepada K.H. Sahal, seorang ulama terkenal di Banten waktu itu. Ia pun melanjutkan menimba ilmu kepada Syekh Baing Yusuf Purwakarta.

Ketika usianya yang belum genap 15 tahun, Syekh Nawawi sudah mengajar banyak orang, sampai ia mencari tempat di pinggir pantai supaya lebih leluasa mengajar murid-muridnya yang semakin hari semakin bertambah. Baru setelah usianya mencapai 15, Syekh Nawawi menunaikan haji dan berguru ke sejumlah ulama masyhur di Mekkah waktu itu.

Biografi Nawawi al-Bantani 3

Peran Strategis bagi Indonesia dan Dunia
Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan satu dari tiga ulama asal Indonesia yang berhasil mengajar di Masjid Al-Haram,Makkah Al-Mukarramah pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Dua yang lainnya adalah termasuk muridnya, Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudz Termas. Hal ini menunjukkan bahwa keilmuannya begitu diakui, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di semenanjung Arab.

Syekh Nawawi sendiri sudah menjadi pengajar di Masjid al-Haram sampai akhir hayatnya yakni hingga 1898, kemudian dilanjutkan oleh kedua muridnya itu. Wajar saja, apabila Beliau dimakamkan berdekatan dengan makam istri Nabi Muhammad, Khadijah ra di Ma’la.

Syekh Nawawi Al-Bantani sendiri mendapatkan gelar Sayyidu Ulama’ al-Hijaz yang berarti Sesepuh Ulama Hijaz atau Guru dari Ulama Hijaz atau Akar dari Ulama Hijaz. Lebih menariknya lagi, dari gelar di atas ialah beliau bukan hanya mendapatkan gelar Sayyidu ‘Ulama al-Indonesia sehingga bermakna, bahwa kealiman beliau diakui di semenanjung Arabia, apalagi di tanah kelahirannya sendiri.

Selain itu, beliau juga mendapat gelar al-imam wa al-fahm al-mudaqqiq yang berarti Tokoh dan pakar dengan pemahaman yang sangat mendalam. Snouck Hourgronje memberi gelar “Doktor Ketuhanan” pada Syekh Nawawi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 8 =