Profil & Biografi Samir Handanovic

Loading...

Sosok pesepak bola, Samir Handanovic pernah bermain di klub-klub utama seperti Domžale, Udinese, Treviso, Lazio, dan Rimini. Sebelum akhirnya ia menetapkan dirinya bermain sebagai penjaga gawang klub Italia yakni Internazionale. Handanovic dianggap sebagai penjaga gawang terbaik oleh fans Udinese dan menempati peringkat ke-13 sebagai penjaga gawang terbaik dunia berdasarkan penilaian IFFHS. Berikut profil Samir Handanovic yang bisa diketahui.

Biografi Samir Handanovic 1

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Profil Samir Handanovic
– Klub-klub yang pernah dibelanya
– Beberapa pertandingan yang diikutinya
– Julukan yang didapat Samir Handanovic

Dilansir dari Wikipedia.org, Samir Handanovic dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di generasinya, ia adalah salah satu dari tiga penjaga non-Italia yang dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Seri A tahun ini, memenangkan penghargaan dua kali. Dia dijuluki Batman karena penyelamatan akrobatiknya.

Kehidupan Pribadi
Dirinya dilahirkan Ljubljana, Slovenia pada tanggal 14 Juli 1984. Samir Handanovic dilahirkan dari orang tua yang memiliki keturunan Bosnia. Handanovic memiliki saudara kandung bernama Jasmin Handanovic yang juga merupakan punggawa tim nasional Slovenia.

Biografi Samir Handanovic 2

Awal Karir
Handanovic muda memulai memulai karirnya di klub Slovan yang kemudian pindah ke Domale pada 2003. Handanovic kemudian naik ke tim senior Domale setelah 1 tahun di skuat muda. Sebelum dibeli Udinese pada musim panas 2004, Handanovic pernah dipinjamkan selama satu tahun di Zagorje dan bermain dalam 11 pertandingan. Dia menjalani debutnya melawan Lecce di Piala Italia. Sementara debut liganya terjadi pada 15 Mei 2005 saat melawan Juventus. Di musim pertamanya Handanovic hanya turun 3 laga di Udinese. Ini membuatnya dipinjamkan ke Treviso untuk meningkatkan jam terbangnya.

Pinjaman tidak berjalan lancar karena Handanovic dinyatakan cedera. Hanya sempat tampil sebanyak 3 kali, Handanovic ditukar ke Lazio dengan Matteo Sereni yang masuk ke Treviso. Periode pinjaman di kedua klub yang tidak berjalan dengan baik membuat Udinese menariknya kembali dan meminjamkannya ke Rimini. Saat itu di Rimini permainan gemilangnya mulai terlihat. Penyelamatannya membuat Rimini tidak terkalahkan dalam dua pertandingan melawan Juventus di Piala Liga. Karena penampilannya di dalam gim, dia banyak dipuji oleh media Italia.

Penampilannya secara keseluruhan di musim 2006-2007 memimpin Rimini menjadi tim terbaik keempat dalam hal gol. Selain membawa Rimini finis ke-5 di klasemen Seri B, Handanovic juga dinobatkan sebagai kiper terbaik kedua. Itu adalah rekor bagus untuk kiper yang akan bermain di Serie A. Pada tanggal 10 Agustus 2007, Udinese yang tidak ingin kehilangan kiper berbakatnya dan memperpanjang kontrak Handanovic di Friuli hingga 30 Juni 2012. Pada musim 2008-2009, Handanovic mulai menjadi pilihan utama. Dia berhasil membawa Udinese bertanding di Liga UEFA dan mencapai babak perempat final.

GENOA, ITALY - APRIL 20: Samir Handanovic looks during the Serie A match between Genoa CFC and FC Internazionale Milano at Stadio Luigi Ferraris on April 20, 2016 in Genoa, Italy. (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images)

Di perempat final, Udinese tersingkir setelah kalah dari Werder Bremen, faktor cedera Handanovic di leg pertama dan absen di leg kedua menjadi salah satu penyebab kekalahan Udinese. Rekor Handanovic di musim 2010-2011, menyamai rekor penalti yang terselamatkan di musim 1948-1949 dengan total 6 penyelamatan. Rekor clean-sheet juga dia torehkan dengan tidak kemasukkan dalam 7 pertandingan mulai dari 5 Februari 2011 hingga 20 Maret.

Dia kemudian menandatangani perpanjangan kontrak pada 2 Agustus 2011 yang mengikatnya di Friuli hingga 30 Juni 2016. Namun perpanjangan kontrak tidak disertai perpanjangan masa baktinya karena pada 9 Juli 2011, dia dibeli Inter Milan dengan harga 11 juta Euro dan durasi 4 tahun. Bersama dengan Inter Milan, Handanovic melakukan debutnya saat berkompetisi di Europa League dan menang melawan Hajduk Split. Beberapa hari kemudian, cedera lutut menghantamnya dan harus keluar selama dua puluh hari. Dia kembali ke lapangan dan membuat debut liga dengan Inter dalam kemenangan 0-2 melawan Torino.

Musim 2016-2017, Handanovic memulai musim kelima Inter Milan pada 21 Agustus di kekalahan 2-0 untuk Chievo. Handanovic bermain satu grup bersama Gabriel Barbosa dan membuat penampilan Serie A ke-150 untuk Inter pada 25 September dalam hasil imbang 1–1 melawan Bologna. Pada 2 Oktober, selama kekalahan 2-1 di Roma, Handanovic membuat beberapa penyelamatan, termasuk satu gol melawan Edin Džeko pada menit ke-86 yang dipuji sebagai “save of the year” oleh media.

Pada 1 Desember 2017, Handanovic menandatangani kontrak baru hingga Juni 2021. Delapan hari kemudian, ia dinobatkan sebagai Man of the Match setelah penampilan yang mengesankan di Juventus, membantu Inter meraih hasil tanpa gol dan membuat mereka tidak terkalahkan setelah 16 pekan Serie A. Dia memainkan pertandingan Serie A ke-200 untuk Inter pada 30 Desember dalam hasil imbang tanpa gol melawan Lazio yang mengakhiri bagian pertama musim ini.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 12 =